SYARIAH

Pelajaran (2): Road to Ramadhan Kareem, Niat dan Doa Puasa Ramadhan Beserta Ibadah Sunnahnya

AsSAJIDIN.COM – Sebentar lagi, kita akan menyambut bulan suci Ramadan. Bulan yang penuh hidayah ini selalu ditunggu-tunggu oleh para umat musli di dunia. Hal ini karena bulan Ramadan memberikan banyak sekali berkah. Sehingga tak heran jika banyak orang yang sangat menantikan datangnya bulan Ramadan.

Tulisan ini untuk mengingatkan kembali, apa dan bagaimana niat dan doa puasa Ramadhan beserta ibadah sunnahnya.

Niat dan doa puasa Ramadhan yang benar beserta artinya

Banyak sekali yang masih bertanya tentang niat dan doa puasa Ramadhan yang benar beserta artinya. Bukan karena tidak tahu, namun kebanyakan dari kita terkadang lupa niat puasa Ramadhan.

Adapun niat dan doa puasa Ramadhan yang benar beserta artinya adalah sebagai berikut:

“Nawaitu shauma ghodin ‘an adaa’i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta’aalaa.”

Artinya: Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di Bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’aala.

Niat puasa Ramadhan selepas azan Subuh

Pada dasarnya, mengenai batasa dari waktu pembacaan niat dan doa puasa Ramadhan adalah mulai setelah maghrib hingga sebelum datangnya waktu puasa, yakni sebelum, waktu imsyak. Akan tetapi imsya sebenarnya tidak menjadi ketentuan dari awal puasa, karena saat dimulainya puasa yaitu awal terbit fajar. Sehingga selain bisa dibacakan di malam hari, niat puasa Ramadhan juga bisa dilakukan saat sahur atau beberapa menit sebelum subuh.

Lihat Juga :  Syafaat dari Ibadah Puasa dan Membaca, Memahami Alquran

Bagaimana juga niat puasa Ramadhan selepas azan subuh?
Jika seseorang niat puasa Ramadhan selepas azan subuh, maka puasanya tidak sah. Hal ini terdapat dalam hadist Sahih yang diterima dari Siti Hafshah, Rasulullah saw bersabda:
“Barang siapa yang tidak berniat akan berpuasa pada malam hari sebelum terbit fajar, maka tidaklah ia berpuasa.”
Hadist yang diriwayatkan oleh lima orang ahli hadis (Kitab Nailul Authar, Jus VI, Halaman 269).

Akan tetapi untuk puasa sunah, seperti puasa senin dan kamis hukumnya boleh (SAH) Dengan catatan niat puasa sunah sebelum ZAWAL,yakni sebelum matahari condong ke arah barat. Dalilnya terdapat di dalam kitab Shahih Muslim, Jus 1, Halaman 467 berikut ini;

Dari Siti Aisyah Ummul Mu-minin. Ia berkata; Pada suatu hari Nabi Saw, telah datang ke rumah saya, beliau bertanya, “Adakah makanan padamu? Saya jawab ‘Tidak ada apa-apa’. Belia lalu berkata, ‘kalau begitu, baiklah sekarang saya puasa.'” (Riwayat Imam Muslim).

Lihat Juga :  Jelang Ramadhan, Bulog Siapkan Daging Beku, Harganya Naik

Bila puasanya puasa wajib, maka niat puasanya itu wajib di waktu malam sebelum terbit fajar atau sebelum datang waktu subuh, hal ini sudah tidak terdapat selisih pendapat lagi di kalangan para ulama, karena hadis riwayat Siti Hafshah di atas dengan tegas menyatakan

Amalan ibadah sunnah di bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan bisa dibilang bulan mulai. Yang mana semua amal perbuatan kita akan dilipat gandakan. Oleh karena itu, melakukan amalan sunnah di bulan Ramadhan sangat disarankan untuk mengumpulkan pundi-pundi pahala dan berkah yang besar.

Adapun amalan ibadah sunnah di bulan Ramadhan adalah sebagai berikut, di antaranya:
1. Tadarus Al Quran
2. Khatam Al Quran
3. Menyegerakan berbuka
4. Makan sahur
5. Memberi makan orang yang berbuka
6. Memperbanyak bersedekah
7. Salat Tarawih
8. I’tikaf di masjid
9. Perbanyak Berdzikir, Istigfar dan Memohon Ampunan Kepada Allah Swt
10. Umroh di bulan Ramadhan bila memungkinkan dan mampu.

11. Dan lain-lain amal kebaikan, niatkan hanya semata-mata untuk menggapai ridho Allah.  Wallahualam bishawab. (*)

Back to top button