KELUARGA

Apakah Kesombongan Itu? Jadi Penyebab Iblis Diusir Allah dari Surga

ASSAJIDIN.COM — Kesombongan (takabbur) atau dikenal dalam bahasa syariat dengan sebutan al-kibr yaitu melihat diri sendiri lebih besar dari yang lain.

Orang sombong itu memandang dirinya lebih sempurna dibandingkan siapapun. Dia memandang orang lain hina, rendah dan lain sebagainya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan hakikat kesombongan dalam hadis beliau shallallahu ‘alaihi wa salllam:

الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

“Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.” [HR. Muslim, no. 2749, dari Abdullah bin Mas’ud]

Inilah yang membedakan takabbur dari sifat ujub (membanggakan diri, silau dengan diri sendiri). Sifat ujub, hanya membanggakan diri tanpa meremehkan orang. Sedangkan takabbur, di samping membanggakan diri juga meremehkan orang.

Lihat Juga :  Tentang Kehilangan Refleksi Kedukaan Ridwan Kamil

Dan salah satu bahaya dari sifat sombong yaitu kesombongan merupakan tirai penghalang masuk Surga. Oleh karena itu Allah mengusir Iblis dari Surga, Dia Azza wa Jalla berfirman:

قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُوْنُ لَـكَ اَنْ تَتَكَبَّرَ فِيْهَا فَا خْرُجْ اِنَّكَ مِنَ الصّٰغِرِيْنَ

“(Allah) berfirman, Maka, turunlah kamu darinya (Surga), karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang hina.” [QS. Al-A’raf: 13]

Kesombongan itu menjadi tirai penghalang masuk Surga karena menghalangi seorang hamba dari akhlak orang-orang beriman. Orang sombong tidak menyukai untuk kaum mukminin kebaikan yang dia sukai untuk dirinya. Dia tidak mampu bersikap rendah hati dan meninggalkan hasad, dendam, dan marah. Dia juga tidak mampu manahan murka, dia tidak menerima nasihat, dan tidak selamat dari sifat merendahkan dan menggibah manusia. Tidak ada sifat yang tercela kecuali dia memilikinya.

Lihat Juga :  One Day One Hadist and Ayat: I'malu Bekerjalah Kamu Maka Allah akan Mengampunimu

والله أعلم… وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.

Wallahualambishawab. (*/Sumber:fb penyejukhati/By : Rini Mulyati – Manhaj Salaf Cahaya Sunnah)

Back to top button