MOZAIK ISLAM

Ustadz H Arfan M Alwy, Pendiri Media Islam As SAJIDIN itu Telah Pergi….

AsSAJIDIN.COM — Kabar mengejutkan, Ustadz H. Arfan M. Alwy sudah dipanggil Allah Swt, malam Jumat, 26 Februari 2021 sekira pukul 00.15 Wib karena menderita sakit. Innalillahi wainna ilaihi rojiun, semoga Allah Swt berkenan mengampuni segala dosa dan kesalahannya serta menerima segala amal ibadahnya dalam husnul khatimah. Untuk keluarga yang ditinggalkannya istri dan anak-anak selalu dikuatkan Allah dalam kesabaran dan dimudahkan segala urusan dunianya, aamiin.

Kepergian ustadz Arfan—demikian panggilan akrabnya—tentu sebuah kehilangan besar bagi segenap jajaran Media Islam As SAJIDIN, sebab ustadz yang sering mengisi majelis taklim, taddabur Alquran ini, adalah salah seorang pencetus, perintis, pendiri Media Islam As SAJIDIN yang berdiri di kota Palembang, 2 Mei 2014 silam bersamaan 2 Rajab 1435 H, yang sampai saat ini telah berusia 7 Tahun. Alhamdulillah As SAJIDIN yang sekarang menjadi satu-satunya media cetak yang terbit istiqomah selama 7 tahun tersebut, tetap eksis mengunjungi pembaca, pelanggan dan umat islam di kota ini, walaupun ditengah badai pers cetak konglomerasi. Selain jajaran As SAJIDIN Group, tentu umat islam di kota ini, juga merasa kehilangan dengan kepergian Ustadz Arfan ini. Sebab, beliau termasuk da’i yang kosisten dalam mendakwahkan nilai-nilai islam dengan kajian Alquran dan Hadist.

Selain bersama-sama para pendiri media cetak dakwah bermotto “menebar ilmu meraih hikmah “ ini, Ustadz Arfan, alumni Fakultas Usuluddin IAIN Raden Fatah Palembang ini, juga tercatat yang memberikan nama media islam ini dengan As SAJIDIN, yang mengambil ayat-ayat Alquran. Maknanya, media ini dikelola oleh orang-orang yang selalu bersyukur dan bersujud. Nama ini sendiri, demikian dikemukakan oleh Ustadz Arfan dalam beberapa kali kesempatan, berdasarkan hasil taklim tadabbur Alquran di Masjid Al Furqon, Kompleks Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al Furqon di Jalan R. Soekamto Sekip Ujung, Palembang, yang dilakukan setiap malam jumat ba’da isya.

Lihat Juga :  Akhlak Mempengaruhi Keberkahan Ilmu

Ustadz Arfan selain pendakwah, dia juga memang hobi menulis. Jadi dengan terbitnya As SAJIDIN ini secara tidak langsung juga menjadi wahana penyalur hobinya menulis untuk dakwah bil qolam.
Setelah dua tahun, As SAJIDIN berjalan, ustadz berdarah Bugis ini, tiba-tiba terkena serangan penyakit stroke, saat itu dia tengah mengisi ceramah agama di bulan puasa di masjid di kawasan Kenten. Dia langsung dilarikan ke rumah sakit PT Pusri dan lanjut dirawat di RS Muhamad Husin. Sejak saat itu, Ustadz Arfan tidak kuasa lagi berdakwah dan harus menjalani terapi agar kesehatannya pulih. Suami dari Ibu Hj. Mardiana dan ayah dua putra ini, banyak berdiam di rumahnya.

Pada masa awal-awal berdirinya As SAJIDIN, Ustadz Arfan yang diposisikan sebagai Dewan Redaksi, sangat aktif memberikan semangat kepada seluruh jajaran bagaimana memajukan media cetak islam ini. Bahkan dia terjun langsung ke percetakan mengambil As SAJIDIN yang sudah terbit di percetakan dengan mobil pribadinya.
Ustadz Arfan juga selalu membawa puluhan eksemplar As SAJIDIN untuk dipromosikannya di tempat-tempat pengajian yang dia mengisi tausiyah seperti masjid, majelis taklim, organisasi islam, kampus dan lain sebagainya.

Lihat Juga :  12 Kunci Awet Muda dengan Cara Islami

Pokoknya, Ustadz Arfan M.Alwi ini benar-benar berjibaku untuk kemajuan As SAJIDIN dan banyak pelanggan As SAJIDIN berasal dari ikhtiar dan rekomendasi Ustadz Arfan. Dan salutnya lagi, dalam kondisi kesehatan yang terganggu, Ustadz Arfan juga seringkali menanyakan kabar As SAJIDIN seperti kapan cetak, topik apa yang terbit dan lain sebagainya sembari berpesan kalau ada waktu tolong bawakan koranya ke rumah.

Banyak kisah dan kenangan indah bersama Ustadz Arfan, kalau dia menyampaikan tausiyah tadabbur Alquran, Ustadz Arfan memang serius dan mumpuni, penjelasannya sangat ilmiah, rinci dan sistematis ditambah lagi penjelasan hadist-hadist yang menyertai asbabun nuzul ayat tersebut. Kajian terakhir taddabur Alquran di Masjid Al Fuqon adalah Surat Al Muzammil sebelum akhirnya mengalami sakit yang lama.

Namun dibalik itu, dia adalah seorang ustadz yang humoris dan selalu memberikan nasehat di sela-sela cengkramanya.
Beberapa bulan sebelum menghadap Ilahi Robbi, Ustadz Arfan juga mencoba dakwah melalui channel Youtube, sudah banyak konten dakwah yang dia buat.

Kini, dia telah tiada. Kata Penyanyi Rhoma Irama, “kalau sudah tiada baru terasa”. Ustadz Arfan M Alwi kini sudah tenang dan bahagia di alam sana, dia sudah tidak merasakan lagi penyakitnya. Selamat jalan Ustadz.[Aspani Yasland]

Back to top button