PENDIDIKAN

Guru Banyak Pensiun, Urgent Perlu Tambahan Insentif Guru Honorer

ASSAJIDIN.COM — Rendahnya gaji guru honorer yang tak setara dengan beban kerja membuat sekolah meminta Pemerintah Provinsi Sumsel lebih peduli dengan guru honorer.

Pasalnya, guru honorer menjadi guru dengan beban kerja hampir sama dengan guru PNS bahkan lebih karena untuk menutupi banyaknya guru PNS yang pensiun. Sementara hasil penerimaan PNS tak sebanding dengan yang sudah purnabakti atau pensiun.

“Tahun ini saja ada empat guru PNS yang tak bisa lagi mengajar. Ada yang promosi jadi kepala sekolah, ada yang masuk ke struktural dinas pendidikan dan dua orang lagi masuk masa pensiun,” ujar Kepala SMK Negeri 1 Palembang H Suparman SPd MSi, Jumat (26/2/2021).

Lihat Juga :  Siswa SD dan SMP ini Terpapar Covid-19, Seluruh Sekolah PTM 50%

Ia menambahkan dengan empat guru PNS yang tak bisa lagi mengajar tersebut tentu menambah beban mengajar lagi bagi guru honorer.

Pihaknya mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Sumsel yang telah memberikan insentif bagi guru honorer SMA/SMK/SLB dengan jumlah Rp150.000-Rp250.000 perbulan.

“Tapi kami berharap bisa ditambah, kasih guru honorer. Jika tak bisa UMR setidaknya setengahnya,” harapnya.

Terlebih lagi bagi mereka yang tak bisa lagi mengikuti CPNS karena faktor usia. Padahal, mereka sudah berjuang cukup lama mengajar sehingga mereka pun perlu diperhatikan.

Pihaknya mengakui guru honorer memang bisa dibayar melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), akan tetapi jumlahnya pun sangat kurang dibanding dengan beban kerja mereka.

Lihat Juga :  Yayasan Dakwah dan Pendidikan Al Furqon Palembang Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Alquran Palembang

“Persoalan kekurangan guru memang sudah klise. Tapi kami berharap semoga Pemerintah bisa menambah insentif guru honorer dan kami juga berharap agar ada guru-guru baru terutama guru untuk pelajaran produktif karena rata-rata guru produktif di sekolah sekarang guru yang era 80-90 an,” pungkasnya. (*/SUMBER: ASSAJIDINGROUP/Sugi)

Back to top button