KESEHATAN

7.319 Nakes Batal Divaksin, Sekitar 2000-an Ditunda

ASSAJIDIN.COM — Akibat tidak memenuhi persyaratan kesehatan, sebanyak 7.319 tenaga kesehatan (nakes) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) batal divaksin. Hal ini diungkapkan Kepala Seksi Survei dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumsel, Yusri, Kamis (04/02/2021)

Yusri mengatakan, berdasarkan data yang diterima pihaknya, terdapat 7.319 nakes di Provinsi Sumsel yang gagal dilakukan Vaksinasi. “Ya, dari 48.711 nakes yang bersedia divaksin ini terdapat 7.319 nakes yang gagal dilakukan Vaksinasi covod-19,” katanya

7.319 nakes yang gagal dilakukan Vaksinasi ini karenakan tidak memenuhi persyaratan kesehatan. “7.319 nakes yang tidak divaksin itu karena memiliki penyakit penyerta yang dapat berisiko tinggi terhadap kesehatannya,” ujar Yusri

Lihat Juga :  Alhamdulillah di Level 2, Palembang Harus Penuhi Syarat Vaksinasi 50 Persen Warganya

Yusri menjelaskan, untuk nakes Provinsi Sumsel yang sudah dilakukan Vaksinasi covid-19 ini sebanyak 16.776 nakes. “Di provinsi Sumsel ini terdapat juga 2.353 nakes yang ditunda untuk penyuntikan vaksin covid-19. Untuk nakes yang ditunda ini harus dijadwalkan ulang oleh petugas vaksinasi. Mereka ditunda karena ketika akan divaksin kondisi kesehatannya tidak memungkinkan,” jelasnya.

Lebih lanjut diungkapkannya, untuk saat ini proses penyuntikan vaksin sudah berjalan 34,44 persen di 16 Kabupaten dan Kota di Sumsel. Sedangkan satu Kabupaten yakni Empat Lawang yang belum melakukan vaksin karena baru direncanakan akan dimulai hari ini (Kamis, 04/02/2021). “Masih rendahnya angka pemberian vaksin untuk nakes ini karena belum meratanya pemberian vaksin ke seluruh daerah di Provinsi Sumsel,” ungkap Yusri

Lihat Juga :  Tingkatkan Profesionl Dokter Gigi Lewat FDI-IDA Continuing Dental Education Programme and Exhibition 2023 PDGI

Yusri menambahkan, Provinsi Sumsel telah mendapatkan jatah vaksin covid-19 Sinovac berjumlah 100.200 dosis. Saat ini semua vaksin dan telah didistribusikan ke 17 Kabupaten dan Kota. “Kami berharap Kabupaten dan Kota segera menyelesaikan vaksinasi terhadap tenaga kesehatan cepat dilakukan. Sehingga nantinya pemberian vaksinasi ini juga bisa diberikan kepada masyarakat,” katanya (*/SUMBER: ASSAJIDINGROUP/MN)

Back to top button