NASIONAL

Penyintas Covid-19 Laki-laki Lebih Dianjurkan untuk Donor Plasma Konvalesen Dibanding Perempuan, ini Sebabnya

AsSAJIDIN.COM  – Awal tahun 2021 Terapi Donor Plasma Konvalesen makin menjadi perbincangan untuk membantu pasien atau penderita covid 19.

Donor ini disebut salah satu metode terapi yang dilakukan untuk menolong penderita Covid19 agar sembuh.

Di kota Palembang sendiri, selain Palang Merah Indonesia (PMI) Kota palembang, Rumah Sakit Umum Daerah Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan juga bisa melakukan pendonoran Plasma Konvalesen bagi Pasien Covid19.

Sebelumnya, terapi plasma konvalesen dapat dipahami sebagai transfer antibodi antara penyintas suatu infeksi kepada orang yang tengah mengalami infeksi.

Direktur RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumsel, Dr Syamsuddin Isaac Suryamanggala, Sp. Og mengatakan terapi plasma konvalesen merupakan terapi yang diberikan dan diujikan kepada penyintas Covid 19 dan menurut hasil yang telah diujikan telah memberikan efek yang baik.

Plasma diambilnya cairan di dalam pendonor yang sudah sembuh dari Covid19 dan memiliki filter antibodi yang tinggi. Sehingga harapannya dapat memacu antibodi Covid19 penerima donor dan memerangi virus yang ada didalam tubuhnya.

“Saat ini Rsud Siti Fatimah sudah dilakukan beberapa donor plasma, namun kendala pertama yaitu pendonor. Karena tidak semua penyintas covid dapat menjadi pendonor,”katanya dalam siaran live Talk Virtual yang siarkan di Youtube, Senin (1/2/2021)

Lihat Juga :  Kesadaran Kalangan Menengah Masih Rendah, Lebih Suka Bayar Denda daripada Sanksi Sosial

Sementara itu, RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumsel bekerjasama dengan PMI Sumsel dalam mengumpulkan pendonor yang kemudian akan di seleksi dengan baik.

Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Sumsel dr Kemas Ya’kub SpPK, M Kes mengatakan pihaknya bersama RSUD mengumpulkan pendonor lalu kemudian dilanjutkan dengan proses auto reses (pemisahan donor).

“Pendonor kita utamakan untuk laki-laki karena memang ada hormon tertentu yang dimiliki. Namun tidak menuntut kemungkinan untuk perempuan dapat mendonor dengan syarat belum pernah hamil,”kata dr Ya’kub.

Untuk syarat pendonor plasma konvalesen sama seperti donor biasanya. Akan tetapi ada syarat seperti pendonor tidak memiliki riwayat penyalit berat, pemeriksaan swab dengan hasil negatif, pendonor 14 hari sembuh dan tidak boleh melebihi dari tiga bulan sembuh dari covid, suhu tubuh tidak lebih dari 37,5 derajat serta hanya doambil cairan darah saja. “Karena menurut penelitian, antara 14 hari hingga 3 bulan setelah sembuh dari Covid-19 itu adalah masa sedang tingginya antibodi bekerja, sehingga baik untuk didonorkan,” jelasnya.

Lihat Juga :  Pemerintah Tetapkan Idul Adha Kamis 29 Juni 2023, Muhammadiyah Lebih Awal Rabu, 28 Juni 2023

Ia mengingatkan bahwa donor plasma konvalesen memiliki manfaatnya cukup baik bagi teman yang sedang berjuang dari Covid19 dan bagi pendonor plasma hampir tidak ada negatifnya.

Pihak RSUD Siti Fatimah terus mensosialisasikan dan mengkampanyekan donor plasma kepada masyarakat khususnya kepada pasien Covid19 yang sedang rawat inap di RSUD Siti Fatimah.

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mendonorkan plasma konvalesen yaitu pendonor dinyatakan 14 sudah sembuh tanpa gejala, menunjukkan hasil test bahwa negatif serta di cek filter antibodinya.

“Untuk efektif pendonor plasma, syaratnya tidak hanya waktu saja akan tetapi lebih patokannya kepada antibodi pendonor,”katanya.

Hampir sama seperti donor darah biasanya, Plasma bisa bertahan selama satu tahun jika dibekukan. Akan tetapi, jika tidak dapat di bekukan akan lebih baik langsung segera didonorkan. (*)

Penulis: tri jumartini

Back to top button