KESEHATAN

Vaksin Covid Sinovac Harus Tersimpan di Suhu 2-8 Derajat, Bila Lalai, Begini Jadinya

ASSAJIDIN.COM — Vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia termasuk Kota Palembang adalah Sinovac. Kepala Dinas Kesehatan setempat harus memastikan kualitas vaksin tetap terjaga hingga digunakan oleh calon penerima.

Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi, Achmad Yurianto mengatakan, ia ditugaskan untuk memantau proses distribusi vaksin di Wilayah Sumatera Selatan (Sumsel).

Ia mengharapkan pelaksanaan distribusi bisa sesuai prosedur, sehingga mutu vaksin tetap terjaga. Termasuk soal penyimpanan vaksin yang harus berada di suhu 2-8 derajat.

“Rantai dingin distribusi inilah yang harus diperhatikan, jika sempat di luar suhu 2-8 derajat dikhawatirkan vaksin akan rusak,” katanya, usai meninjau proses vaksinasi dan distibusi vaksin di Kota Palembang, Jumat (15/1/2021).

Lihat Juga :  Tidak Langsung Main Suntik, ini Syarat yang Harus Dipenuhi bagi Penerima Vaksin Sinovac

Ia mengatakan, kuota vaksin di Kota Palembang tahap pertama sebanyak 23.600 dosis dan diprioritaskan untuk pejabat publik, tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik. Sedangkan bagi masyarakat rentan dan lainnya.

“Dijadwalkan vaksinisasi pada tahap tiga dan empat yaitu periode April 2021 sampai Maret 2022,” katanya.

Untuk penyuntikkan pertama data yang didapatkan dari uji klinis hanya mampu meningkatkan imunitas sebesar 65 persen. 14 hari berikutnya di booster dengan penyuntikan kedua menunjukkan peningkatan imunitas mencapai 90 persen.

“Yang disuntik juga akan diingatkan melalui SMS Blast, bahwa 14 hari lagi harus kembali vaksin,” katanya.

Lihat Juga :  Garda Terdepan, Tenaga Kesehatan Ragu Disuntik Vaksin Sinovac

Termasuk Walikota Palembang, H Harnojoyo harus melaksanakan vaksinasi untuk kedua kalinya, mengingat setiap penerima vaksin Covid-19 Sinovac dipastikan menerima dua dosis vaksin. Setelah melewati proses vaksinasi pertama maka akan dilanjutkan pada tahap kedua, terhitung 14 hari berikutnya.

“Penyuntikan vaksin pertama dan kedua berjarak selama 14 hari,” katanya.

Selain itu, ia juga memastikan agar setiap sasaran vaksinasi mendapatkan pengalokasian vaksin sebanyak dua dosis. “Kita pastikan pak wali sudah dapat dua dosis vaksin 14 hari kedepan jangan hanya satu kali. Karena kita tahu vaksin Sinovac yang digunakan dianjurkan dua kali penyuntikan,” katanya. (*/Sumber: assajidingroup/Kamayel Ar-Razi)

Back to top button