Uncategorized

Elpiji 3 Kg Selalu Langka, Disperindag akan Cek Restoran Besar Besar

ASSAJIDIN.COM  — Menjelang Tahun baru 2021 tak hanya kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga. Namun, gas elpiji 3 Kilogram mengalami kelangkaan.

Hal tersebut dirasakan ,Mis (35) warga IT 1 mengatakan bahwa sampai saat ini gas elpiji bersubsidi diperuntukkan untuk masyarakat tidak mampu masih langka, walaupun ada, harga terbilang cukup mahal.

“Gas itu masih sulit ditemukan kalau dipangkalan atau agen selalu kosong, terpaksa beli diwarung atau eceran tapi harganya mahal sampai 23-30rb pertabung,” katanya, Senin (21/12/2020).

Ia berharap Pemerintah menghimbau untuk para agen dan pangkalan agar tidak menjual ke warung terlalu banyak.

Lihat Juga :  RAMADHAN BULAN SEDEKAH

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel Iwan Gunawan menjamin Stabilitas Harga dan Stok Barang Kebutuhan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru.

Terkait kelangkaan gas elpiji 3 kg, Iwan Gunawan menegaskan, akan segera berkoordinasi dengan Pertamina MOR II Sumbagsel untuk mengecek titik mana yang mengalami kelangkaaan.

“Kita akan turun mengecek ke lapangan, jangan sampai gas elpiji 3 kg untuk masyarakat kurang mampu dan UMKM dipakai oleh restoran besar. Kan ada tulisan, gas elpiji 3 kg untuk masyarakat kurang mampu. Kalau restoran pakai gas elpiji 3 kg, jelas itu melanggar aturan dan ada sanksinya,” katanya.

Lihat Juga :  Gadis 18 Tahun, Alami Mati Suri 23 Jam Mengaku Melihat Michael Jackson di Neraka

Lebih lanjut, ia sudah menegaskan untuk di daerah Pemerintahnya harus memperhatikan kelangkaan gas,jangan sampai Pemerintah Kabupaten Kota tidak koordinasi dengan pihak Provinsi .

“Jangan sampai tidak ada perhatian kepada masyarakat, seperti waktu itu gas elpiji mencapai harga 50ribu pertabung,dan langsung kita koordinasikan dan Alhamdulillah sampai saat ini harganya sudah stabil kembali, intinya koordinasi”,jelasnya. (*)

Penulis: tri jumartini

Back to top button