Uncategorized

Cak Ingkling, Karet Yeye, Permainan Tradisional Sumsel Harus Terus Dilestarikan

AsSAJIDIN.COM — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru Meminta agar permainan tradisional terus dilestarikan. Hal ini s saat diwawancarai sesuai menghadiri puncak Siguntang Fest 2020 yang digelar di Bukit Siguntang, kemarin.

Deru mengatakan, dirinya meminta kepada disbudpar Provinsi Sumael dan pihak terkait lainnya untuk terus melestarikan permainan tradisional. “Ya saya minta agar permainan tradisional ini terus dilestarikan atau dipertahankan,” katanya

Lanjutnya, dirinya meminta agar permainan tradisional tersebut terua dipertahankan atau dilestarikan karena banyak makna yang tersirat dalam permainan tradiaional ini. “Banyak makna yang tersirat dalam permainan tradisional ini, seperti cak ingkling atau cingkling itu bermakna fokus untuk meraih tujuan, kesimbangan dan masih banyak lagi,” ujar Deru

Deru mengungkapkan, dirinya merasa bangga kepada dengan para pencinta seni dan budaya. Karena pada saat menghadiri puncak Siguntang Fest 2020 yang digelar dialam terbuka dirinya disambut anak-anak dengan permainan tradisional. “Kegiatan seperti ini bisa mematik imajinasi anak-anak. Filosofi olahraga itu bergerak agar anak-anak tumbuh normal. Berbagai permainan tradisional ada di sini seperti cak ingkling, karet yeye, tangkupan dan lain-lain. Dan tadi saya dan istri juga sempat mencoba bermain cak ingling atau cingkling,” ungkapnya

Lihat Juga :  Azis Gagap : Superqurban “Energi Berkelanjutan”

Dijelaskannya, diadakannya acara seperti ini di Bukit Siguntang karena di agenda sering menyebutkan Bukit Siguntang. Tapi sayangnya tidak diadakan acara di Siguntang. Maka untuk memantiknya akan sering diadakan acara di Bukit Siguntang ini. “Kita jaga kelestariannya, keasriannya dan tetap dijaga kesakralannya. Ini merupakan yang pertama dan mudah-mudahan akan terus diadakan. Jangan jadikan alasan Covid-19 untuk tidak berbuat,” jelasnya

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel, Aufa Syahrizal mengatakan, ini kegiaatan perdana dan akan jadi kor event. “Sesuai dengan harapan Gubernur, supaya kawasan Bukit Siguntang ini tidak terlihat angker maka diadakanlah berbagai acara ini. Namun Kita tetap menghargai makam-makam yang ada di sini,” katanya

Lihat Juga :  Baru Seumur Jagung, Pasar Ikan Modern "Ditinggalkan" Pengunjung

Lanjutnya, kawasan Siguntang ini ada tiga zona, pertama kawasan inti, zona penyangga dan zona pengembangan. Nah yang digunakan ini kawasan zona pengembangan jadi tidak merusak zona inti. “Harapan kita Siguntang tidak hanya jadi destinasi wisata sejarah tapi juga wisata alam, dan edukasi sejarah. Yang pada akhirnya Siguntang ini jadi tempat yang menarik untuk dikunjungi,” ujar Aufa seraya menambahka bahwa kegiatan yang digelar pihaknnya yaitu lomba baca puisi, kompetisi barista dan lain-lain. (*/sumber: assajidingroup/MN)

Back to top button