KESEHATAN

Musim Hujan, DBD Mengancam, Lakukan ini untuk Pencegahan

AsSAJIDIN.COM — Jumlah penderita Demam Berdarah atau DBD di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencapai 2.120 orang. Hal ini diungkapkan Kasi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumsel, Mulyono saat diwawancarai, Kamis (05/11/2020).

Mulyono mengatakan, berdasarkan catatan yang dimiliki Dinkes Provinsi Sumsel, jumlah penderita DBD di Provinsi Sumsel mencapai 2.120 orang. “Ya, sejak Januari hingga Oktober 2020 penderita DBD di Provinsi Sumsel sudah mencapai 2.120 orang,” katanya

2.120 orang penderita DBD ini tersebar di 17 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Sumsel. “Untuk jumlah penderita DBD yang tertinggi yaitu Ibukota Provinsi Sumsel yaitu Kota Palembang,” ujar Mulyono

Lihat Juga :  Karena Hujan Ada Musimnya

Mulyono menjelaskan, Kota Palembang menjadi penyumbang terbanyak penderita DBD karena jumlah penderita DBD di Kota Palembang mencapai 409 orang. “Selain itu disusul oleh Kabupaten Banyuasin dengan jumlah penderita sebanyak 231 orang dan Kota Prabumulih dengan jumlah penderita sebanyak 218 orang,” jelasnya

Lebih lanjut diungkapkannya, untuk kabupaten/kota di Provinsi Sumsel yang terendah jumlah penderita DBD yaitu Kabupaten Empat Lawang dengan jumlah penderita DBD sebanyak 19 orang. “Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, jumlah ini turun. Tahun lalu 2.523 kasus atau turun sebanyak 403 kasus DBD,” ungkap Mulyono

Lihat Juga :  Begini Cara Aman Membersihkan Hidung di Tengah Wabah Corona

Mulyono menambahkan, Meski turun, DBD tetap menjadi perhatian serius, sebab bisa jadi ini pengaruh dari COVID-19 yang membuat masyarakat takut untuk ke rumah sakit atau Puskesmas. “Untuk mencegah terjadinya DBD ini, kita telah mengeluarkan surat edaran ke Kabupaten/Kota untuk gencar melakukan sosialisasi Pelaksanaan Hidup Bersih Sehat (PHBS), melaksanakan program 3M (menguras bak, mengubur barang bekas, menutup bak penampuangan air) serta¬† dan penanganan DBD dengan cermat, karena sudah mulai memasuki musim penghujan,” katanya (MN)

Back to top button