MOZAIK ISLAM

7,5 Kg Koleksi Koin Pitis Bertuliskan Arab Zaman Kesultanan Palembang Dipamerkan di Museum Negeri Sumsel Balaputra Dewa

ASSAJIDIN.COM — Di zaman kesultanan Palembang atau lebih dikenal Palembang Darussalam, sudah dikenal sistem perdagangan atau jual beli yang menggunakan koin baik koin pitis maupun emas. Ini membuktikan bahwa pemikiran ekonomi di zaman dulu sudah berjalan dengan baik.

Kemas A. R panji dari Museum Negeri Sumsel Kota Palembang mengatakan dalam masa kesultanan pada zamannya mencetak uang salah satunya mempunyai koin.

Belum lama ini pada 5 Juni 2020, museum kembali mendapatkan hibah koleksi berupa mata uang hasil temuan warga di perairan sungai musi Palembang.

“Sebanyak 1800 keping uang pitis setara dengan 7,5 kg, diameter koin rata-rata 2,5 cm oleh warga Kertapati,”katanya.

Lihat Juga :  Kesultanan Palembang Darussalam dan Unsri Bakal Buat Web Tentang Sejarah Palembang

Hasil temuan terdapat jenis uang Pitis Beton dan Pitis Buntu, Pitis Beton koin di tengahnya terdapat lubang sedangkan Pitis Buntu tidak terdapat lubang di tengahnya.

Dalam kerajaan kesultanan Palembang, uang atau koin sudah diterbitkan dari tahun ke tahun. “Sampai saat ini tidak ditemukan dalam bentuk kertas namun ini hanya dugaan sementara saja,”katanya.

Dengan adanya penyebaran Islam di Indonesia, koin di cetak dengan bertulisan Masruf fi Balad Palembang dan Al Syulthon fi Balad Palembang Sanah tahun 1113H atau 1699 M. Pada masa pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo (SMB I) 1136 – 1171 H / 1724 – 1758 M dicetak dengan bertuliskan Khalifah fi Balad Palembang Darussalam Sanah 1162H.

Lihat Juga :  Kesultanan Palembang Darussalam Sepakat Jalin Kerjasama Bersama Pangeran dan Bangsawan di Sulawesi Tenggara

Akan tetapi Koin emas sudah hilang dan museum tidak mempunyai bukti.

Perdagangan ekspor pada masa kesultanan di tahun 1821-1832 ada beberapa yang di ekspor yaitu lada, katun, kemenyan, gambir. “kita lihat, pada masanya diatur kebijakan langsung oleh kesultanan,” katanya. (*)

Penulis: tri jumartini

Back to top button