Uncategorized

Fakta Unik dan Menarik dari Pak Harto, Presiden RI yang tak Terlupakan

ASSAJIDIN.CO  –Mantan Presiden RI kedua, Suharto meninggal pada 27 Januari 2008. Waktu itu, beliau berusia 86 tahun. Ada banyak fakta tentang Pak Harto, sebutan akrabnya, sebagian kami rangkum berikut ini.

1. Rendah Hati

Pak Harto sangat rendah hati. Ia lahir pada 8 Juni 1921. Ayahnya adalah seorang pejabat kecil di desa Kemusuk di Jawa Tengah. Selama pendudukan Jepang tahun 1942-45, Pak Harto adalah seorang perwira di kesatuan “tentara Indonesia”, dan kemudian bertempur dengan pasukan Indonesia melawan Belanda.

2. Pak Harto Awalnya Tidak Mau Jadi Presiden

Pak Harto sendiri pernah mengatakan kalau dirinya ogah menjadi presiden. Ia secara resmi menjadi presiden pada tahun 1967 kala Indonesia menghadapi peristiwa G30SPKI. Alasan waktu itu, karena jika menjadi presiden kesannya seperti mendepak Bung Karno, dan rakyat akan mengutuknya. Pak Harto tetap dengan prinsipnya itu hingga pada akhirnya ditempatkan pada posisi harus menjadi presiden. Akhirnya dilantiklah presiden kedua ini. Uniknya, meskipun sempat tidak mau jadi presiden, sekalinya dilantik beliau lama sekali menjadi seorang kepala negara. 32 tahun!

Lihat Juga :  Terbuka Aib, Dihina Orang Lain, Coba Renungi Nasihat Aa Gym ini

3. Tak Diakui oleh Tanzania Sebagai Presiden

Pada awal-awal, Soeharto tak begitu dianggap oleh sebagian negara lain sebagia presiden RI. Salah satunya ini karena karisma Bung Karno—presiden RI pertama—begitu besar. Adalah Tanzania yang melakukan seperti itu. Menteri kabinet presiden mereka pernah tak mengakui Soeharto.

Ceritanya, ketika itu Moehammad Jasin yang ditugaskan untuk jadi duta besar di Tanzania, ditolak. Alasannya surat pengantarnya ditandatangani Soeharto, bukannya Soekarno. Jasin sudah menjelaskan jika terjadi pergantian presiden, namun pihak Tanzania bersikukuh menolak Soeharto. Tapi tak urung Pak Jasin jadi juga menjabat sebagai duta besar Tanzania.

Lihat Juga :  Alhamdulillah, Perajin Kain Jumputan di Kelurahan Tuan Kentang akan Dibantu Pendanaan Modal

4. Main Golf dengan Rambo

Tahun 1980-an, nama Sylvester Stallone begitu ngetop. Ini gara-garanya Sly membintangi Rambo. Ketika Sly berkunjung ke Indonesia untuk membuka salah satu restoran, Pak Harto menantang Sly untuk bermain golf sebanyak 19 set. Uniknya, Pak Harto yang sudah sepuh itu ternyata bisa mengalahkan Stallone dengan telak. Sang Rambo pun mengakui kehebatan Pak Harto, kemudian dari mulutnya terlontar satu pujian, “You are the best player.” [*/SUMBER: BOMBASTIK | REUTER)

 

 

Back to top button