NASIONAL

Alhamdulillah, Pasien Sembuh Terus Meningkat, tak Ada Lagi Zona Merah di Sumsel

 

AsSAJIDIN.COM — Angka kesembuhan pasien covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) saat ini mengalami peningkatan. Hal ini diungkapkan Kasi Survei dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumsel, Yusri saat diwawancarai, kemarin.

Yusri mengatakan, berdasarkan data yang masuk dipihaknya, pasien yang sembuh dari Virus Corona (Covid19) di Provinsi Sumsel saat ini mengalami peningkatan. “Ya, peningkatan pasien yang sembuh dari Virus Corona (Covid19) berdasarkan catatan kita lebih dari 70 persen,” katanya

Per tanggal 27 Agustus 2020 (kemarin), terdapat penambahan 59 orang sembuh sehingga total pasien yang sembuh ada 3.015 orang di Provinsi Sumsel. “Pada awal Agustus lalu tingkat kesembuhan hanya mencapai 55 persen, nah pertengahan Agustus hingga akhir Agustus 2020 ini tingkat kesembuhan mencapai 70 persen. Artinya ada peningkatan sekitar 15 persen tingkat kesembuhan. Jumlah itu naik signifikan diatas rata-rata nasional,” jelas Yusri

Lihat Juga :  Burname Farmasi, Tempat Test Covid-19 Akurat dan Harga Terjangkau, Cek Lokasinya

Menurut Yusri, pasien yang sembuh dari Virus Corona (Covid19) ini didominasi oleh Orang Tanpa Gejala (OTG). “Di Provinsi Sumsel ini kasus Covid19 didominasi oleh OTG ringan sehingga jika imunitas tubuh kuat mereka bisa sembuh dalam 2-3 hari saja,” ujarnya

Lebih lanjut diungkapkannya, peningkatan pasien yang sembuh ini disebabkan juga panduan baru yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). “Adapun panduan tersebut mengenai pasien positif Virus Corona (Covid19) tak perlu menunggu dua kali hasil pemeriksaan PCR negatif untuk diperbolehkan pulang dari rumah sakit,” ungkap Yusri.

Lihat Juga :  Pelanggar Protokol Kesehatan Ogah Bayar Denda, Mayoritas Minta Sanksi Sosial

Yusri menambahkan, pihaknya mencatat zona merah di Provinsi Sumsel sudah nihil dan hanya tersisa delapan wilayah zona oranye dan sembilan zona kuning. “Sedangkan untuk angka kematian di Provinai Sumsel memang masih tinggi di angka 5,4 persen atau di posisi peringkat delapan nasional. Rata-rata pasien yang meninggal lanjut usia dan memiliki penyakit penyerta seperti Diabetes dan Hipertensi,” katanya (*/sumber;sibernas/MN)

Back to top button