Uncategorized

Di Tengah Pandemi, Makanan Tradisional Harus Dipertahankan

AsSAJIDIN.COM  – Maraknya makanan cepat saja ala western atau barat yang terus berdatangan di Indonesia termasuk Sumatera Selatan (Sumsel) membuat Gubernur Sumsel H Herman Deru terus berupa mempertahankan makanan khas tradisional.

“Jangan sampai kita mengabaikan makanan tradisional kita, nanti anak anak kita tidak tahu dan makanan itu malah tergerus,”katanya

Herman deru terus mengajak semua pihak untuk peduli terhadap makanan tradisional Sumsel yang beraneka ragam ini. Baik mempertahankannha dari rumah, lingkungan keluarga maupun untuk menjadi produk kuliner yang diperjual belikan.

“semua pihak harus Konsen dengan kondisi terdesaknya kuliner tradisional sumsel, dengan begitu sumsel tetap menjadi satu daerah yang berusaha meningkatkan kuliner tradisionalnya,”ungkapnya.

Orang nomor satu sumsel mengingatkan bahwa pentingnya mempertahankan makanan tradisional karena agar makanan modern tidak masuk dan nenbuat punah bahkan bangkrut makanan tradisional.

Sejak beberapa terakhir ini, Herman deru rajin mempromosikan beragam kuliner di akun Instagram pribadinya. Dirinya mengklaim bahwasanya ingin mendongkrak dan menstabilkan perekonomian UMKM di masa pandemi Covid19.

Deru mengaku, pelaku UMKM kuliner yang termasuk kondisi terpuruk dan kesulitan dalam meraup untuk sejak pandemi terjadi.

Pelaku usaha kuliner nyaris bangkru dan tak bisa berjualan karena banyak pusat perbelanjaan dan toko kuliner tutup sepi pembeli. Sebelumnya, tempat itu menjadi lokasi penjualan kuliner yang efektif.

Lihat Juga :  Peran Penting Ustadz Ustadzah dalam Pengembangan Ekonomi Umat

“Saya mencari cara bagaimana UMKM kembali bangkit, alhasil saya membuka endorse di Instagram tetapi gratis dan tidak bayar sama sekali,” katanya.

Berbagai macam jenis makanan tradisional yang sudah di promosikannya, seperti laksa, martabak telur, pempek, durian, aneka kue, aneka lauk seafood, aneka makanan penutup.

Menurutnya, ini merupakan sebagian kecil yang ia lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap UMKM dan sebagai salah satu cara untuk mempertahankan makanan tradisional di Sumsel.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Pariwisata Koya Palembang, Isnaini Madani mengatakan untuk semua pelaku UMKM di bidang kuliner agar terus menggeliat meskipun dalam kondisi pandemi Covid19.

Akan tetapi kegiatan kuliner sudah mulai diadakan di Kota Palembang , seperti beberapa waktu yang lalu, ia menghadiri kegiatan palembang dessert di Palembang Indah Mall.

“Saya hadir langsung dan ada 80 tenant kuliner Palembang, alhamdulillah rame walaupun dengan waktu singkat 4 hari, dengan sistem bayar menggunakan voucher yang aman dari penyebaran virus,”katanya.

Untuk kondisi sekarang, UMKM dan Kerajinan yang termasuk kondisi paling parah dan terpuruk. Oleh sebab itu mereka harus lebih menggeliat lagi dan kreatif dalam mempromosikan produk.

“seperti melakukan trobosan baru yang menarik pembeli, jualan online juga menjadi alternatif di saat wabah terjadi,”katanya.

Untuk produk makanan, di kondisi pandemi saat ini. Pelaku UMKM kuliner harus lebih ketat lagi dalam menjaga kebersihan toko dan makanan itu sendiri. Serta protokol kesehatan terus diterapkan dalam membiat makanan dan melayani pembeli.

Lihat Juga :  Sumsel Larang Rumah Ibadah Minta Sumbangan di Jalan Umum

Sementara itu, Rika pemilik Peyek Mom Cetur mengaku bahwa penjualanannya laris manis berkat di promosikan Gubernur Sumsel.

“Awalnya saya khawatir, bingung bagaimana mendongkrak agar pembeli banyak. Alhamdulillah, sejak dipromosikan pak deru permintaan konsumen terus bertambah,”katanya.

Juwita pulungan, UMKM Kuliner Dapur oma mengungkapkan saat ini masih berfokus pada penjualan online di wabah saat ini. Mengenai upaya pemerintah dalam mengupayakan kesejahteraan UKM menurutnya sudah cukup baik. Akan tetapi pada saat ini yang mendapatkan bantuan kebanyakan orangnya sama.

“Karena terkadang informasi itu diberikan hanya pada UKM yang sering berhubungan dengan dinas. Mungkin perlu diperhatikan lagi, jika UKM sudah dapat bantuan ini mungkin bantuann lain bisa dialihkan ke UKM lain,”kata ita fokus berjualan di bidang kue basah khas palembang, klappertart lapies ( ala palembang ) dan roti gandum vegetarian.

Namun, jika pemerintahan mengadakan semacam bazar, tambahnya UKM disediakan tempat oleh dinas koperasi dan UKM kota Palembang.

“Palingan kalau lagi ada bazar dikasih jatah meja untuk jualan, seperti bazar hari ibu, acara musrenbang kota Palembang,”katanya. (*)

Penulis: tri jumartini

Back to top button