Uncategorized

Sehat dan Tahan Banting, Begini Asupan Gizi Paskibra Tingkat Sumsel Selama Karantina

AsSAJIDIN.COM —  Berlatih sepanjang hari mempersiapkan performa dalam upacara pengibaran bendera 17 Agustus, stamina anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) harus selalu kuat dan terjaga.

Satuan Brimob Polda Sumsel sekaligus Koordinator Pelatih Paskibraka 2020, Iptu Muhammad Dedy Wijaya mengatakan, seluruh anggota Paskibraka harus terjaga asupan gizinya agar daya tahan tubuh tetap terjaga. Menu sehari-hari yang disiapkan telah diatur gizinya oleh Dinas Kesehatan.

“Menu sehari-hari mereka tinggi gizi, protein, mengonsumsi vitamin untuk memenuhi kebutuhan stamina sesuai perhitungan gizi dan kalori yang diatur panitia medis,” katanya saat melatih di Lapangan Griya Agung Palembang, Kamis (13/8/2020).

Selama masa karantina enam hari, anggota paskibraka Sumsel rutin konsumsi telor ayam dan susu sebagai kebutuhan protein. Sedangkan, untuk kalori ditunjang nasi dan lauk-pauk ayam, ikan dan daging dengan kadar gizi seimbang.

Lihat Juga :  Gerhana Bulan 31 Januari, Umat Islam Diimbau Laksanakan Shalat Khusuf, Begini Tata Caranya

“Biasanya kalau tidak pandemi Covid-19 mereka karantina 12 hari. Karena kondisi hanya 6 hari, makanan langsung dari hotel tapi dipantau Dinkes,” katanya.

Setiap harinya para anggota paskibraka berlatih di lapangan, maka energi lebih cepat terkuras. Sehingga, penting menyesuaikan secara seimbang. Bila tidak diperhitungkan dengan baik justru membuat kondisi daya tahan tubuh melemah.

“Dalam sehari diberi asupan makanan lima kali makan. Tiga kali makan nasi pagi sarapan, siang dan makan malam. Kemudian dua kali makanan ringan atau snack, setelah lahitan pagi dan jam 3 sore,” katanya.

Meski porsi menu makanan anggota paskibraka tidak berbeda jauh dari keseharian. Namun hal yang mesti diperhatikan adalah mereka tidak diperkenankan dan dilarang mengonsumi makanan pedas, asam dan berminyak secara berlebih. Sebab akan memicu munculnya penyakit pencernaan.

Lihat Juga :  Inilah 7 Herbal Tradisional Arab dalam Dunia Pengobatan Kuno hingga Sekarang

“Buah-buahan pasti, dan mereka dilarang konsumsi makanan pedas, asam gorengan. Takutnya memicu sakit magh atau tenggorokan. Tapi menu mereka tetap ada rasa gurih artinya tidak berlebih, benar-benar jaga kesehatan,” katanya.

Berdasarkan rutinitas setiap tahun, kalori yang mesti dikonsumsi anggota paskibraka Sumsel berjumlah 4.500 kalori. Belum termasuk asupan vitamin serta buah dan sayuran untuk menunjang kondisi tubuh mereka agar tetap bugar dengan daya tahan tubuh yang kuat.

Biasanya, untuk mempertahankan energi anggota Paskibraka Sumsel pihak Dinkes Sumsel mengingatkan kepada pelatih di lapangan, agar tidak terlalu memforsir latihan terlalu berat serta memperhatikan porsi makanan yang tidak terlalu membuat kenyang.

“Kalau kekenyangan mereka jadi lebih cepat letih, kami juga memperhatikan kondisi yang pasti disesuaikan dengan porsi latihan fisik karena koordinasi juga ke Dinkes,” katanya. (*/Sumber: Kamayel Ar-Razi)

Back to top button