PENDIDIKAN

Devani Terpaksa Tes Tertulis di Bawah Pohon Demi Bisa Lulus Masuk SMAN Favoritnya

 

AsSAJIDIN.COM  – Sebanyak 276 siswa pendaftar Akun terverifikasi di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Palembang yang mengikuti Validasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Pada jalur mandiri sedang melaksanakan ujian tes tertulis terdiri dari dua sesi.

Pada Tahun ajaran 2020, SMAN 3 Palembang menerima sebanyak 432 siswa. Terdiri dari beberapa jalur yaitu Jalur Prestasi atau PMPA, Jalur afirmasi dan pindahan, Jalur Zonasi, serta Jalur Mandiri.

“Hari ini kita tes tertulis jalur mandiri. Ada 276 akun yang ter verifikasi dua sesi untuk hari ini. Dan ada satu siswa yang ikut test diruang terbuka karena sakit asma dan tidak bisa berjalan,” Ungkap Ketua Panitia dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Drs. Edi Ramlan, M, PD.

Lihat Juga :  Hindari Masa Berkumpul Banyak, PPDB Jalur TPA SMP Digelar di Sekolah Asal

Namun, ada satu siswa diantara siswa lainnya yang mengikuti ujian tes tertulis di dalam ruangan berada di luar ruangan dikarenakan mengalami sakit asma.

“Siswa laki laki bernama Devani tidak dapat mengikuti ujian di  dalam ruangan karena asma yang dideritanya serta tidak bisa berjalan menuju ruangan, jadi kita fasilitasi untuk tetap ikuti ujian di luar ruangan dengan di pantau ibunya,” Ungkapnya.

Proses pendaftaran siswa SMAN 3 Palembang sendiri, dilaksanakan melalui online, sedangkan test tertulis dilaksanakan langsung di sekolah tentunya tetap mematuhi protokol kesehatan.

Lihat Juga :  Jalur Masuk PTN Lewat SNMPTN Dibuka, Unsri Masih Tunggu Teknis LTMPT

“Pada saat mereka Daftar di website, kita sudah informasikan juga di kartu ujian mereka untuk pakai masker saat ujian tertulis. Masuk ruangan kita cek suhu dan pakai handsanitizer. Pada saat ujian juga wajib pakai masker dan duduk berjarak,” Ungkapnya saat di jumpai di SMAN 3 Palembang, Rabu (24/06/2020).

Mengenai kehidupan New Normal kedepannya, untuk sementara ini pihak SMAN 3 mengikuti situasi dan perintah dari Dinas Pendidikan pusat. “Ketika masuk ajaran baru nanti, kita atur jadwal belajar dibagi dua sesi. Untuk kegiatan ekstrakulikuler disekolah sementara kita hentikan, kita pikirkan yang wajibnya dahulu,” ungkapnya.(*)

Penulis: tri jumartini

Back to top button