KESEHATAN

Tiga Sebab Utama Masih Masifnya Covid-19

ASSAJIDIN.COM –Di antara perkara yang membuat risau orang-orang berakal adalah; semakin bertambahnya orang-orang yang terpapar Virus Corona, terlebih lagi di kalangan mereka yang berusia senja. Dan sebab utama yang paling berdampak terkait hal tersebut ada 3 -bidznillaah-:

Pertama: Apa yang disebarluaskan oleh mereka yang berakal lemah atau punya tujuan buruk, bahwa virus ini sebenarnya tidak nyata, atau ini hanya konspirasi. Ini adalah kesombongan terhadap realita. Sungguh virus ini sudah mewabah di seluruh dunia. Bahkan korban sudah jatuh dalam jumlah yang besar. Sangat disayangkan, sebagian orang-orang berakal justru mempercayainya, dan mungkin malah membantu penyebaran kedustaan ini (bahwa Corona tidaklah nyata dan hanya konspirasi).

Lihat Juga :  Sehari Bertambah 119 Orang, Sumsel Kini Peringkat 7 Terbanyak Positif Corona di Indonesia

Kedua: Apa yang mereka sebarluaskan bahwa; virus ini tidaklah berbahaya, sama seperti flu biasa, atau (isu) semisalnya, (itu semua dusta). Wajib untuk tidak mempercayai kedustaan-kedustaan tersebut, dan tidak ikut andil menyebarkannya. Wajib juga mengambil informasi dari pihak-pihak berkompeten dan terpercaya serta menjaga protokol pencegahan yang mereka arahkan.

Ketiga:  Adanya ketidakpedulian di sebagian orang, dan ketiadaan rasa tanggungjawab pada kewajiban syar’i. Komitmen untuk melakukan prosedur-prosedur pencegahan adalah bentuk ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, lalu kepada ulil amri, di samping juga demi menjauhkan diri dari mencelakai dan memudaratkan orang-orang beriman, yang mana itu termasuk dosa besar.

Juga karena tegaknya sebagian kewajiban, tidak bisa tidak harus dengan itu (komitmen pada protokol). Dan kewajiban yang tidak bisa terwujud kecuali dengan sesuatu, maka sesuatu tersebut menjadi wajib untuk diwujudkan. (*/Sumber : akun resmi Syaikh Prof. Dr. Sulaiman ar-Ruhaily -hafizhahullah-: https://t.me/Drsuleiman)

Lihat Juga :  Sudah Bersih Apa Belum Ya? Begini Mengenali Perbedaan Warna Darah Setelah Mandi Haid

 

 

Tags
Close
Close