PENDIDIKAN

Masuk Sekolah 15 Juni, Disdik Nilai Belajar Daring, Kinerja Guru tak Efektif

ASSAJIDIN.COM –Selama masa pandemi Covid-19, kegiatan belajar mengajar siswa dilakukan secara virtual dari rumah. Dinas Pendidikan Kota Palembang menilai sejauh ini kurang efektif karena para guru tidak terpantau dengan baik.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ahmad Zulinto mengatakan, hasil diskusi pendidik dan tenaga kependidikan bekerja kembali di sekolah seperti biasa mulai 3 Juni 2020. Lantaran banyak yang harus dikerjakan oleh para guru dan tenaga kependidikan di sekolah.

“Seperti, persiapan pengumuman kelulusan SD dan SMP secara online, menulis raport dan administrasi lainnya,” katanya, Senin (1/6/2020).

Zulinto mengatakan, para guru yang melakukan belajar secara daring tidak terpantau. Maka pendidik dan tenaga kependidikan diminta masuk lagi 3 Juni nanti. “Hampir tiga bulan juga guru ini mengajar di rumah melalui daring. Laporan-laporan mereka juga harus kita dapatkan,” katanya.

Lihat Juga :  Omicron Tidak Terdeteksi di Palembang, Masyarakat Diimbau Harus Waspada

Disdik akan mengatur per shift 50 persen. Apabila guru memiliki penyakit seperti jantung, diabetes, ibu hamil dan lainnya, akan diberikan dispensasi untuk melakukan kegiatan dari rumah.

Selama 15 hari kedepan, akan diberikan pemahaman tentang protokol penanganan Covid-19, seperti bagaimana cuci tangan, kewajiban pakai masker, jaga jarak pakai Handsanitizer dan lain sebagainya. Sehingga ketika anak-anak/siswa mulai masuk sudah dilakukan penerapan protokol kesehatan.

“Orang tua yang mengantar ke sekolah pun juga akan kita bahas. Anak-anak yang sekolah juga akan diberlakukan sistem ganjil genap sesuai dengan nomor absensi. Jadi kalau satu kelas 36 orang maka kapasitas satu kelas hanya 18 orang,” kayanya.

Lihat Juga :  Paksakan Wisuda di Tengah Pandemi, Polsri Bakal Gunakan Konsep Drive Thru

“Belajar di sekolah pun jam pelajarannya akan dikurangi menjadi 25-30 menit per mata pelajaran. Maka belajar virtual bisa dilakukan dirumah, tetapi guru tetap harus di sekolah,” katanya.

Sementara itu, siswa kembali masuk sekolah sesuai instruksi Kementrian Pendidikan masuk kembali 15 Juni. Siswa akan belajar dengan sistem ganjil genap, sesuai dengan nomor urut absen. “Akan ditinjau ulang sesuai dengan perkembangan Covid-19,” katanya.(*/sumber: maklumatnews.com/Karmayel Alrazi)

Back to top button