KOLOM

Zakat Entaskan Kemiskinan, Pengangguran dan Lemah Iman

Oleh: Andi Wijaya

PIC Program Laznas PPPA Daarul Quran Palembang
@bangandiw

ASSAJIDIN.COM —Dalam Perjalanan 75 Tahun Indonesia Merdeka, kemiskinan masih menjadi masalah utama pembangunan nasional saat ini. Berbagai upaya penanggulangan kemiskinan telah dicanangkan pemerintah.

Berbagai program telah digulirkan namum belum ada dampak signifikan dalam menekan angka kemiskinan. Keutuhan bangsa, problematika intelektual rakyat dalam sejuta ijtihad penanggulangan sosial ekonomi, selalu menjadi kajian menarik di ruang ringkup dinamika.

Ditambah saat ini kondisi dunia termasuk di Indonesia sedang dilanda krisis wabah covid19. Wabah yang merusak tatanan kehidupan ini, dari berbagai sector kecil maupun besar, serta melahirkan angka-angka kemiskinan baru atau bahasa lainnya orang miskin baru disingkat OMB.

Seperti kita ketahui data jumlah penduduk miskin pada September 2019 tercatat sebanyak 24,79 juta jiwa (data kemenkeu, 2019). Namun pandemic virus ini memukul perekonomian seluruh dunia termasuk Indonesia dalam kurun waktu Maret sampai Mei menyebabkan lonjakan angka kemiskinan.

Dalam scenario terberat pemerintah memperkirakan akan ada tambahan sekitar 2,9 -5,2 juta angka kemiskinan. Artinya hari ini kita bukan lagi bicara bagaimana angka itu bisa turun, namun langkah awal kita adalah angkat tersebut harus stagnan terlebih dahulu, baru kita bisa mencari solusi penurunan angka kemiskinan.

Bagaimana ? adalah dengan cara bergotong royong, saling bantu membantu. Dalam ajaran ISLAM konsep tersebut bisa dikenal dengan berzakat dan bersedekah.

Berbagi, saling tolong menolong merupakan salah satu dalil umum yang paling kuat untuk berbuat kebaikan. Di samping unutk kepuasan hati ingin bisa membantu sesama, di sisi lainnya keberkahan hadir bagi harta orang yang senantiasa menjalainya. Ada nilai yang dibawa.

Lihat Juga :  Riang Gembira, Menguatkan Kepercayaan Diri Akan Hindari Covid-19

Nilai untuk bisa hidup menghidupi. Nilai untuk bisa memberikan manfaat bagi yang membutuhkan. Semua aktifitas tersebut bisa dilakukan secara individu atau kelompok.

Secara individu semisal kita memberi makan anak tetangga yang kondisinya yatim karena kehilangan ayahynya atau membantu sekolah anak pemulung. Sedangkan dalam kelompok bisa jadi dalam sebuah perkumpulan atau komunitas, geng ibu arisan, majelisa taklim atau mungkin yang lebih komplek lagi lembaga-lembaga sosial yang mengelola dana masyarakat.

Keduanya sama-sama bermaslahat, karena berbagi kebaikan merupakan ibadah, oleh karenanya berkhidmat untuk menjadi hal yang perlu untuk terus dirawat dan ditumbuhkan.

Dalam Islam melalui zakat, ada muzaki – amil (pengelola zakat) – mustahik. Tiga pemain ini merupakan hal yang perlu diketahui kita sebelum ikut serta dalam entaskan kemiskinan membantu bangsa ini.

Dalam konteks hari ini , peran serta dan instrumen zakat, infak dan sedekah sangat penting dalam mendorong pencapaian priortas nasional untuk penanggulangan kemiskinan. Contoh kecil konsepnya seperti ini, andaikata ada tiga orang kaya yang sudah masuk haul harta dan penghasilanya tuk berzakat dan bersedekah, maka tiga orang ini bisa membantu tiga orang lain atau lebih yang masuk dalam kategori mustahik penerima manfaat zakat, dengan catatan zakat dan sedekah tersebut di kelola dengan baik oleh lembaga zakat yang professional (amil).

Karena peran serta lembaga zakat salah satunya adalah merubah mustahik menjadi muzaki, dalam bahasa lainnya merubah orang yang menerima zakat menjadi orang yang memberi zakat.

Lihat Juga :  Ampunan Allah Seluas Bumi dan Langit

Ketika dana zakat dikelola dengan baik dalam bentuk program untuk para mustahik, yang bukan hanya memberikan bantuan dalam bentuk uang atau makanan, akan tetapi program-program berkelanjutan jangka panjang.

Contoh program ekonomi dan pemberdayaan, ketika dana zakat dikelola dengan baik oleh lembaga zakat tersebut dalam bentuk program ekonomi permberdayaan, umkm dan usaha lainnya, yang mempekerjakan para mustahik, yang tadinya miskin dan pengangguran, kita berikan jaminan modal usaha bagi yang mau berwirausaha, kita lakukan pendampingan tata kelola manajemen modal dan keuntungan dari usahanya.

Kita bisa perbantukan mereka di program pertanian dan perternakan. Minimal kita angkat kehidupan mereka dari pengangguran jadi ada pekerjaan,ada aktifitas kehidupan dari miskin menjadi lebih baik lagi. Inilah konsep zakat dalam kehidupan kita, bergotong royong saling bahu membahu.

Ketika ada tiga orang kaya membantu tiga orang miskin, mengangkat kehidupannya menjadi lebih baik, maka akan menghasil tiga orang kaya lagi, 3 + 3 akan ada enam orang kaya, yang bisa melahirkan enam orang lagi.
Oleh karena itu, jangan sampai pengangguran dan kemiskinan ini mendekatkan mereka pada kekhufuran. Kekhufuran bisa membawa mereka kesyrikan hingga lemah iman.

Peran serta kita selaku orang yang sudah memiliki kehidupan lebih baik bisa membantu mereka dari kemiskinan, memberikan pekerjaan kepada mereka supaya tidak menganggur, dan bisa menjadikan mereka manusia bertaqwa kepada Allah SWT. Aaminn ya Robballamiin. (*)

 

Close