Uncategorized

Berdayakan Tetangga, Mengukir Pundi Lewat Bertani

AsSajidin.com Palembang . – Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:  “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia muliakan tetangganya” (HR. Bukhari 5589, Muslim 70) menjadi pemacu hubungan baik antar warga di Perum Griya Cipta Sejahtera (GCS) Kelurahan Bukit Baru Kecamatan Ilir Barat I Kota Palembang dalam mensyiarkan agama Islam sebagai agama rahmah yang penuh kasih sayang.

“ Bermodalkan hadist tersebut, kami selalu berusaha menyadarkan diri sendiri akan pentingnya  nilai gotong royong dalam kehidupan bertetangga. Alhamdulillah, warga kami mengamalkan syiar Islam ini sebagai pedoman hidup sekaligus menepis anggapan kebanyakan orang bahwa, hidup di tengah-tengah komplek perumahan itu tidak semuanya individualistis,” ujar Soejati Anggota  Kelompok Wanita Tani  (KWT) Sejati yang bermarkas di Jalan Macan Lindungan, Perumahan Griya Cipta Sejahtera, RT  10 RW 05, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang ini.

Kepada AsSajdin Group, Jumat (17/4/20),  Bude Soedjati- begitulah Ia disapa menuturkan jika terbentuknya KWT Ini sendiri  bukan semata bergelut di produk hasil olahan. Jauh dari itu, bagaimanapun wanita tani pastinya bagian penting dalam menggapai kesejahteraan anggotanya melalui pemanfaatan pekarangan rumah.

Lihat Juga :  Walikota Palembang Harnojoyo Setelah Divaksin Covid-19: Ini yang Sudah Lama Saya Tunggu-tunggu

“ Nah, mereka diharapkan mampu jadi pilar suksesnya program diversifikasi pangan melalui pelbagai jenis tanaman berumur pendek terutama ketika harga bahan pokok seperti cabai, sayur mayor dan sebagainya mengalami kenaikan drastis dipasaran. Bermula untuk kepentingan mencukupi kebutuhan rumah tangga pada saat mahal tersebut, kami membentuk KWT Sejati ini. Alhamdulillah, sudah hampir 2 tahun berdiri, kini dari tangan kreatif para Ibu-Ibu KWT Sejati ini, abon lele, manisan kolang-kaling, dodol cabai, tempoyak, bandrek jahe merah, bubur merah, minuman terbuat dari minyak kelapa, sudah mulai merambah luar daerah seperti Jakarta dan kota-kota besar lainnya, “ ujar Soejati.

Lebih jauh Ia mengisahkan jika lika-liku terbentuknya KWT ini tentu tidak mudah, apalagi membesarkan kelompok yang anggotanya kaum wanita seperti di perumahan ini . Jadilah, tahun pertama, para anggota coba “menjebol” kantong pribadi masing-masing untuk dapat memodali serta membiayai karya produk.sendiri. Walhasil tantangan tersebut tidak membuat nyali para wanita Sejati ciut, melainkan semakin terlecut

Lihat Juga :  Para Incumbent Anggota DPRD Dilarang Kampanye Saat Reses

“ Tujuan kami adalah untuk mengubah pola pikir warga pinggiran ini bagaimana caranya bisa menghasilkan uang dari rumah kerumah. Berdaya bersama maju semua. Itulah harapan kita, “ tuturnya.

Sementara itu, Rinaldi Syahril salah seorang penggagas lahirnya Kelompok Tani Sehati yang merupakan cikal bakal bertumbuhnya KWT Sejati mengungkapkan satu di antara terbentuknya komunitas ini adalah ingin menjadikan wilayah perumahan laiknya sebagai ‘Kampung Cabai’.

Dilahirkan dalam keadaan tak sempurna, Kelompok Tani Sehati tak mau kalah. Berkat dorongan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (Alm)  Ir Wasista Bambang Utoyo, anggota tani Sehati diberikan bekal yang cukup. Bukan cuma itu, kepedulian WBU dalam membesarkan Poktan Sehati begitu tinggi.

“Berkat bimbingan (Alm) WBU dan PPL kita Pak Hidayatullah, kini baik KWT Sejati maupun Poktan Sehati jauh lebih baik. Kami  optimistis bisa tumbuh sebagai kelompok tani yang sifatnya agribisnis. Bertani dalam polybag,” kata Rinaldi yang juga berprofesi sebagai jurnalis ini bangga.

Editor : Jemmy Saputera

 

Back to top button