PENDIDIKAN

Hikmah Corona, SMKN 7 Palembang Buat Tempat Cuci Tangan, Produksi APD Hingga Bantu Masjid

ASSAJIDIN.COM — Virus corona ternyata mendatangkanbhikmah tersendiri bagi mereka yang mau berpikir dan tidak tinggal diam dalam kondisi seperti ini. Salah satunya seperti yang dilakukan SMK Negeri 7 Palembang. Bagi SMK yang terkenal mencetak lulusan keahlian seni kreatif melakukan kegiatan kemanusiaan.

Berbagai hal tersebut yang dilakukan adalah membuat tempat cuci tangan menggunakan mini tedmond yang dipasang di berbagai titik sekolah.

Menariknya, pihak sekolah juga membantu Masjid-Masjid yang ada di sekolah dengan meminjamkan beberapa tempat cuci tangan yang diproduksi siswa tersebut.

Kepala SMKN 7 Palembang, Suparman mengatakan dalam rangka SMK Sumsel Peduli Covid-19, pihaknya memberikan pinjaman tempat pencuci tangan kepada beberapa masjid dan lingkungan sekitar.

Lihat Juga :  Lantai Ruang Kelas Ambles, Belajar Selalu Was-was Jebol

“Selama ini kami telah melakukan pencegahan covid-19 ini yakni diantaranya mewajibkan bagi guru untuk mencuci tangan dan kami juga memberikan pinjaman tempat cuci tangan ini ke lingkungan sekitar seperti masjid,” ujarnya, Senin (6/4/2020).

Ada sebanyak 10 tempat cuci tangan yang kita sebar untuk dipinjamkan selama covid-19 ini.

Selain itu, pihaknya juga disenfektan dan membuat alat pelindung diri (APD) berupa baju pelindung bagi tenaga medis.

“Kita juga membuat APD ini yang akan kita serahkan kepada tenaga medis yang membutuhkan,” jelasnya.

Dalam pembuatan APD ini, pihaknya melibatkan juga siswa dan guru yang ada disini.

“Saat ini kita sudah produksi hampir 130 APD sebagian siswa ada yang mengerjakan di sekolah namun banyak yang mengerjakan di rumah,” beber dia.

Lihat Juga :  Beasiswa Penuh bagi Penghafal Al-Qur'an 30 Juz untuk Kuliah di Univ Sains Quran Wonosobo

Sementara itu dikatakan Ria Agustin, guru pembimbing Tekstil SMKN 7 Palembang mengatakan sudah beberapa waktu lalu sudah mengerjakan pembuatan APD ini.

“Kami mengajak beberapa siswa dan guru juga. Sebagian memang bahan ini dibawa siswa pulang dan dikerjakan di rumah,” jelasnya.

Menurutnya, dalam sehari, pihaknya mampu menghasilkan sebanyak 30 APD. “Saat ini kami terkendala bahan pembuatan baju ini,” pungkasnya. (*/Sumber: sibernas: sugi)

Tags
Close