Uncategorized

Seruan Ulama Sumsel : Hentikan Sementara Majelis Ta’lim

AsSajidin.com Palembang – Dalam surat keputusan bersama Ulama Sumatera Selatan (Sumsel), menghentikan sementara semua kegiatan Majelis Ta’lim rutin dan tidak rutin ( Peringatan Hari Besar Islam) di lokasi Masjid, Musholla dan Majelis Ta’lim di wilayah Kota Palembang khususnya dan Sumsel terhitung Senin malam Selasa 29 Rajab 1441 H / 23 Maret 2020 M s.d. Senin malam Selasa 13 Sya’ban 1441 H / 6 April 2020 M (14 hari ke depan) dengan maksud meminimalisirkan penyebaran virus corona (Covid 19).

Berdasarkan isi keputusan tersebut,  diminta kepada seluruh Muslimin dan Muslimat untuk memperbanyak Munajat, Dzikir, Sholawat dan Istighfar di rumah masing-masing juga melazimkan dan memperbanyak sedekah dengan niat agar kita semua terhindar dari segala wabah penyakit yang ada saat ini.

Ustadz Harnoe  kepada AsSajidin, Selasa (24/3/20) mengatakan jika seruan tersebut merupakan antisipasi agar penularan wabah Corona tidak meluas dikalangan masyarakat. Oleh karena itu, kepada ketua Masjid/ Musholla/ Majelis Ta’lim, dapat memahami dan mensosialisasikan kondisi yang terjadi pada akhir akhir ini kepada seluruh jamaah kaum muslimin dan muslimat  yang ada.

Lihat Juga :  Media Village JCC, Bakal Jadi "Surga" Awak Media

“ Kita harus percaya bahwa, para guru kita, pemerintah dan Habaib, Asatidz Kyai, Dan Dai yang tergabung dalam Rabithah Alawiyyah Palembang, Maspuroh SUMSEL  sudah memperhatikan dan menilai segala sesuatunya dengan teliti dan baik untuk kita semua. Oleh sebab itu, tiada cara lain bagi kita selain memperbanyak doa dan dzikir kepada Allah SWT agar kita, keluarga dan saudara-saudara kita terlindungi dari bahaya pendemik corona ini, “ ujarnya.

Menanggapi situasi yang terjadi dewasa ini, Ustadz Das’ad latif dalam tausiyahnya mengajak umat muslim di tanah air untuk saling menjaga satu sama lain. Ia berujar bahwa, persoalan wabah corona ini tidak ada sangkut pautnya atas nilai kemungkaran suatu kaum, kalaupun ada bukanlah hak manusia untuk memfonisnya. Lagi pun, sambungnya jangan pula media sosial menjadikan kita sebagai orang jumawa yang tidak takut kepada wabah.

Lihat Juga :  Jelang Ramadhan, Bulog Siapkan Daging Beku, Harganya Naik

“ Dengan diberhentikannya sementara aktivitas yang mengumpulkan banyak orang, menghimbau agar masyarakat tetap beribadah dan berzikir kepada Allah subhanawata’alla di rumah bukan serta merta menjadikan kita individual, justru dengan cara seperti itu kita saling menjaga dan melindungi satu sama lain, “ tukasnya.

Reporter : Tri Jumartini Ilyas
Editor  : Jemmy Saputera

 

Back to top button