HAJI & UMROH

Tahun 1821, Musim Haji Terdampak Wabah Kolera

ASSAJIDIN.COM — Penyakit datang atas izin Allah. penyakit juga sembuh tidak terlepas dari kuasa Allah. Begitulah adanya, dan tak bisa terbantahkan.

Jemaah calon umroh yang sedianya melaksanakan umroh di bulan Maret ini harus ditunda keberangkatannya akibat mewabahnya virus corona di dunia.

Indonesia masih menunggu kabar kapan kebijakan negara Arab Saudi membuka kembali musim umroh ini.

Terkait musim haji juga belum diputuskan pwmerintah Arab Saudi. Nampaknya negara kaya minyak ini masih wait and see dalam mengambil kebijakan.

Persoalan mengenai wabah menyakit yang muncul saat musim haji bukanlah hal yang baru. Pada tahun 1821, wabah kolera diperkirakan membunuh sekitar 20.000 ribu jamaah.

Lihat Juga :  Jelang Keberangkatan Haji 2024, 195.917 Visa Jemaah Haji Indonesia Sudah Terbit

Selanjutnya pada 1865, diperkirakan membunuh 15.000 jamaah dan kemudian menyebar ke seluruh dunia. Pada musim haji 2012 dan 2013, muncul virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) yang menular dari unta ke manusia.

Namun, dengan upaya pencegahan yang maksimal, penyelenggaraan haji berlangsung dengan baik. Menurut WHO, tak ada kasus penyebaran MERS selama berlangsung ibadah haji. Saudi juga melakukan pencegahan penyebaran penyakit dengan melarang masuknya jamaah haji yang berasal dari negara yang terjangkit virus Ebola.

Terkait dengan diumumkannya dua orang Indonesia yang sudah terinfeksi Corona, masyarakat sebaiknya berhati-hati.

Lihat Juga :  Tips Agar Ibadah Haji Berjalan Lancar, Calon Jamaah Haji Jangan Lupa Terapkan Ini di Tanah Suci

Kewaspadaan tinggi yang dilakukan masyarakat perlu diapresiasi, namun demikian, bukan berarti harus disikapi secara berlebihan.(*/Sumber: https://www.nu.or.idl

Back to top button