INTERNATIONAL

Subhanallah! 1.114 Pasien Meninggal akibat Virus Corona, 45 Ribu Orang Terjangkit

ASSAJIDIN.COM — China masih menakutkan untuk dikunjungi dan terancam masyarakatnya terisoir hingg Maret mendatang. Akibat wabah virus corona, angka kematian yang disebabkan virus corona di China mencapai 1.114 orang ketika berita ini diturunkan, Rabu (12/2).

Sementara jumlah penderita sudah lebih dari 45 ribu orang.

Namun yang menggembirakan, angka penderita baru mengalami penurunan drastis, memberikan optimisme berakhirnya wabah virus corona COVID-19 ini.

Angka kematian terbaru ini disampaikan dalam pemetaan real-time rumah sakit John Hopkins, Amerika Serikat, yang mengambil data dari berbagai sumber, di antaranya WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) dan CDC (Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit).

Angka kematian terbanyak, yaitu 1.068 orang di provinsi Hubei yang diisolasi karena virus corona. Kota Wuhan di Hubei adalah sumber virus yang menyerang sistem pernapasan ini.

Lihat Juga :  Indahnya Masjidil Haram Difoto dari Stasiun Luar Angkasa

Selain di China, virus ini juga terdapat di 26 negara lainnya di seluruh benua kecuali negara-negara di Afrika. Kematian di luar China daratan tercatat di Filipina dan Hong Kong, masing-masing satu orang.

Menurut data pemerintah China yang dikutip Reuters, tingkat kematian akibat COVID-19 mencapai sekitar 2 persen. Kebanyakan penderita yang meninggal dunia telah berusia lanjut dengan penyakit bawaan sebelumnya.

Tingkat kematian akibat COVID-19 jauh lebih rendah dibanding SARS yang mewabah pada 2002 lalu, yakni 10 persen.

Data RS John Hopkins menunjukkan jumlah penderita kini mencapai 45.113 orang. Per Selasa (11/2) menurut data China, ada 1.068 kasus baru di Hubei, angka terendah.

Angka penularan dalam sehari ini telah mengalami penurunan dari puncaknya sebanyak 3.000 orang pada 4 Februari lalu. Angka terendah sebelumnya adalah 1.347 kasus baru pada 31 Januari lalu.

Lihat Juga :  Masya Allah !!! Punya 13 Istri, Ustaz Asal Selangor ini Ditangkap Polisi karena Dianggap Melanggar Syariah

Virus ini belum ada vaksin dan obatnya, namun pasien bisa sembuh dengan perawatan yang tepat. Menurut data terbaru, ada 4.781 orang yang berhasil sembuh dari virus corona. Sebanyak 2.639 yang sembuh berasal dari Hubei.

COVID-19 adalah nama untuk virus corona di China yang diberikan oleh WHO pekan ini. CO adalah corona, VI untuk virus, D untuk disease atau penyakit, dan 19 untuk tahun pertama kali virus ini muncul.

“Sejujurnya, virus ini lebih kuat untuk menciptakan gangguan politik, sosial, dan ekonomi dibanding serangan teroris. Ini adalah musuh terburuk yang bisa kau bayangkan,” kata kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.(*/sumber: kumparan.com)

Tags
Close