PENDIDIKAN

Sekolah Lalai, 224 Siswa SMAN 18 Hilang Kesempatan Ikut SNMPTN

ASSAJIDIN.COM– Mimpi manis 224 siswa SMA Negeri 18 Palembang untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang mereka Idam-idam kan harus pupus karena kesalahan sekolah.

Ratusan dari mereka yang seharusnya mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) melalui jalur undangan tahun ini pun terpaksa harus ‘legowo’.

Hal tersebut lantaran sekolah tidak melakukan validasi data sebagaimana regulasi sekolah untuk disyaratkan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri (LTMPTN).

Salah satu peserta didik yang enggan disebutkan namanya mengaku merasa kecewa. pasalnya jalur SNMPTN ini merupakan jalur yang ditunggu bagi siswa yang memiliki prestasi selama tiga tahun di sekolah.

Lihat Juga :  Momen HUT RI, Siswa SMK Diminta Terapkan Hablum Minallah dan Hablum Minannas

”Kalau kita tidak terdaftarkan di pangkalan data bagimana kita bisa diterima dijalur undangan. Yang pasti kita sangat kecewa kak, putus harapan kami diterima dijalur SNMPTN ini,” sesalnya, Senin (10/2/2020).

Sementara itu Kepala SMA Negeri 18 Palembang, Dra Sri Asmuniah, MSi mengaku bahwa hal tersebut merupakan kesalahan sekolah yang belum mendaftarkan sekolah ke pangkalan data sebagaimana syarat dari LTMPTN.

“Ini memang kesalahan kami, bahkan banyak orang tua murid yang kecewa. Tadi ada sekitar 50 an siswa yang meminta penjelasan sekolah,” ujarnya.

Pihaknya menjelaskan bahwa kesalahan sekolah adalah karena pihak sekolah tidak menginput data permanen sekolah, jadi kita tidak bisa mengikutsertakan peserta didik di SNMPTN tahun ini.

Lihat Juga :  Dua Tahun Tertunda, 24 Karyawan dan Dosen Unisti Berangkat Umroh

Menurutnya, keteledoran tersebut murni kesalahan sekolah karena merasa tidak mendapatkan informasi untuk mempermanenkan data.

“Ada dua guru dan satu operator yang kita kirim saat sosialisasi, nah mereka ini merasa tidak mendapatkan informasi untuk mempermanenkan data tersebut karena tahun-tahun sebelumnya tidak ada aturan mempermanenkan data,” terangnya.

Sri Asmuniah mengaku, akibat kealpaan pihak sekolah tersebut dirinya juga sempat diancam oleh wali murid hingga didatangi ke rumah. “Saya mau gimana lagi, saya berusaha menghadapi ini semua,”pungkasnya. (*/Sumber: sibernas/Sugi)

Back to top button