MOZAIK ISLAM

Sudah Dari Dulu Barat Ingin Hancurkan Islam

Oleh: Bangun Lubis   [ Wartawan Assajidin.com]

Tidak ada waktu yang terhenti bagi kaum kafir – seperti Barat, Yahudi dan Nasrani – untuk menganggu ummat Islam di belahan bumi ini. Mulai dari kawasan eropa, Arab, negeri-negeri Mesir dan hingga ke Asia menjadi target mereka untuk menghancurkannya.

Beruntung Allah tetap memberikan kekuatan kepada kaum mislimin di belahan bumi ini, untuk tetap bertahan dan terus bisa mengembangkan dakwah, yang sebagian karena Rahmat Allah, justru di kalangan kaum mereka banyak yang masuk menjadi Islam.

Program yang disebar ke dunia ini, adalah ingin melenakan manusia. Dan itu adalah target dari kauh zionis Yahudi . Mereka juga terus membombardir negeri Muslim di Palestina, sebagai symbol Islam dunia.Kita tentu haruys tahu, apa yang mereka lakukan untuk menghancurkan Islam dan umatnya.   Seluruh program mereka pada intinya bertujuan untuk memurtadkan umat Islam,karena itu seringkali disebut dengan  gerakan pemurtadan.

Kata Allah dalam Al Quran : “Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya, meskipun orang-orang kafir benci.” (QS. Ash Shaff : 8)

Berbagai strategi yang dilancarkan kaum kafir, antara lain,    Menjauhkan Umat Islam dari Al Quran. Orang-orang kafir sebenarnya menghendaki musnahnya Al Quran sebagai salah satu sumber kekuatan umat Islam.  Mereka mengupayakan umat Islam jangan sampai mengkaji Al Quran dengan cerdas dan tekun.

Menghancurkan Akhlak, Didalam Islam,tinggi dan rendah,kuat dan lemahnya umat Islam sangat tergantung pada sejauh mana kemuliaan akhlak yang dimilikinya. Karena itu orang-orang kafir sangat berkepentingan menghancurkan akhlak kaum muslimin. Misi utama mereka adalah mengeluarkan seorang muslim dari Islam supaya menjadi orang yang tidak ada hubungan apa-apa dengan Allah,sehingga tidak mempunyai akhlak sebagai pegangan hidup umat Islam.  Tugas selanjutnya mereka adalah menyiapkan generasi baru Islam yang jauh dari ajaran Islam.

Lihat Juga :  Yuk Ikut Kajian Keislaman Meraih Rezeki Bersama Alquran di Gedung Daarul Jannah

*Merintangin Islam*

Untuk mencapai tujuan tersebut, pihak barat kemudian mengekspor budaya mereka yang jelek melalui film,sandiwara,lagu dan music,serta moto-moto tertentu untuk membentuk opini bahwa hal itu merupakan suatu kemajuan, tanda masyarakat modern

Dalam tulisan Ahmad Hizazi dalam buku Strategi (Mereka) Menghancurkan Islam, ditulis bagaimana, musuh-musuh Islam, Merintangi Kemajuan Umat Islam, dalam banyak hal umat Islam sebenarnya bisa mencapai kemajuan yang besar,termasuk dibidang sains dan teknologi. Bila kemajuan ini betul-betul terwujud,maka keberadaan negara-negara barat sebagai negara industry bisa tersaingi.

Karena itu kemajuan negeri-negeri muslim terutama di bidang sains dan teknologi mereka hambat sedemikian rupa. Para pemuda-pemuda Islam yang sudah berhasil menuntut ilmu di bidang sains dan teknologi mereka beri iming-iming dengan gaji yang besar dan gelar mulia agar mau mengabdikan ilmunya dinegeri barat itu saja,tidak usah pulang ke negara asal mereka. Inilah yang kemudian dikenal dengan istilah Brain drain (pelarian intelektual muslim ke negara-negara barat).

Tipudaya Barat

Meski begitu barat tetap saja menyimpan ketakutan karena umat Islam sekarang ini memang tidak bisa menahan diri lagi untuk maju,karena kemajuan sains dan teknologi yang dicapai barat banyak sekali yang mengakibatkan timbulnya masalah-masalah baru yang tidak menyenangkan.

Mereka pun membuat konsep eksploitasi manusia oleh peradaban Barat yang didasarkan pada materialisme, serta minus moralitas dan spiritualitas. Sebuah contoh yang jelas dari klaim palsu Barat tentang etika dan hak asasi manusia adalah sikap pasif lembaga hak asasi manusia internasional terhadap pembantaian ribuan Muslim di Myanmar. Selama beberapa abad terakhir peradaban Barat tidak menghasilkan apa-apa selain korupsi dan eksploitasi terhadap sesama manusia.(Baca Kasus Rohingya-Assajidin Juni 2015)

Begitulah beberapa kasus bagaimana kekuatan Barat yang terus menerus memojokkan  kelompok-kelompok Islam dalam berbagai peristiwa baik peperangan nyata mapun tidak nyata dengan konsep perang iedelisme yang tak kalah gencarnya mereka sebarkan ke negara-negara Islam. Karena memang hanya negara Islam saja yang menjadi target mereka.

Lihat Juga :  One Day One Ayat and Hadits : Rugilah Orang yang Mengotori Jiwanya

Pastinya Barat yang menjadi kekuatan Amerika dan Israel (Yahudi) , tidak akan berhenti menyerang Islam di belahan bumi ini, baik perang fisik maupun perang ideologi dan budaya hingga mereka merasa akan menang. Dan ketentuan ini sebenarnya telah ada dalam Al Quran.

Firman Allah:  “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”(QS. al-Baqarah (2) : 120

*Tidak Senang*

Sering sekali orang-orang Yahudi dan Nasrani, mengadakan gangguan yang menyakitkan hati. Melancarkan perang bahkan menghina Rasul dan mengadakan upaya dengan mulut-mulut mereka untuk memadamkan cahaya Allah. Mereka tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti mereka.

Namun, kesemua tindakan Barat dan Israel itu, bukan sesuatu yang menakutkan, bila saja negara-negara Islam dapat menjalin keutuhan dan kerjasama yang baik. Tetapi fakta yang banyak terungkap, beberapa kelompok Islam justru malam memihak kepada Barat dan kemudian mengadakan kegiatan yang memojokkan Islam. Itu terjadi di hampir semua negara yang berpenduduk Islam terbanyak.

Selain peranga nyata, melalui buadaya dan faham-faham sekuler mereka tebarkan, bahkan idealisme warga sebuah negara pun dapat berubah akibat aksi dan model-model faham liberalism dan kapitalis atau yang sering disebut sebagai sekulerisme yang mereka tebarkan kepada umat Islam. Agaknya hanya ukhuwah yang kuat saja yang dapat menyeimbangkan kekuatan untuk melawan faham yang merusak umat Islam. Wallahu’alam.(*)

 

 

 

Back to top button