KELUARGA

Hukum Anak Gadis Baligh Tidur Sekamar Bapaknya, dalam Islam

AsSAJIDIN.COM — Sering kita  bertanya apakah anak gadis usia 15 thn masih boleh tidur sekamar berdua sama bapaknya sedangkan anak tersebut sudah baligh?

Pertanyaan ini sering muncul, karena di Indonesia misalnya, anak tidur sama orangtua lumrah ditemukan terutama di desa-desa. Apalagi ada tipe rumah yang bahkan tak punya sekat kamar.

Atas pertanyaan ini, dapat diterangkan sebagai berikiu:

Anak gadis yang sudah baligh tidak boleh lagi tidur dengan orangtua terutama bapaknya.

Hal ini seperti disebutkan dalam hadist nabi.  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا، وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ

“Perintahkanlah anak-anakmu untuk shalat ketika berusia tujuh tahun, dan pukullah jika enggan melakukan shalat bila telah berusia sepuluh tahun, serta pisahkanlah tempat tidur di antara mereka.” (HR. Abu Dawud).

Lihat Juga :  Etika dalam Berhubungan Suami-Istri Lengkap dengan Doa yang Diajarkan Nabi

Sangat jelas perintah dalam hadis ini. Kita hendaknya memisahkan tidur anak dari orangtua begitu usianya menginjak 10 tahun. Seorang anak perempuan hendaknya tidur terpisah dari saudaranya yang laki-laki. Ia pun tidak lagi boleh tidur bersama dengan orang dewasa laki-laki, sekalipun itu bernama pamannya/bapaknya sendiri. Satu lagi, seorang anak perempuan tidak boleh lagi tidur dalam satu selimut dengan anak perempuan. Seorang anak laki-laki juga tidak boleh tidur dalam satu sarung dengan sesama laki-laki, meskipun itu kakak atau adiknya sendiri.

Inilah petunjuk yang dapat kita petik dari hadis riwayat Abu Dawud tersebut. Sesungguhnya sebaik-baik petunjuk adalah apa yang telah dituntunkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Melanggar ketentuan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai hal ini akan sangat riskan. Wallahualam bishawab. (*)

Tags
Close