SEHAT

Dua Puskesmas di Palembang Kini Layani Pemeriksaan HIV Gratis

AsSAJIDIN.COM — Puskesmas di Palembang dapat melayani pemeriksaan HIV dan dua diantanya menyediakan obat ARV (Antiretroviral). Pemerintah Kota Palembang mengimbau agar siapa pun untuk tidak malu memeriksakan diri sedini mungkin.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang dr Letizia melalui Plh Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P3M) Muhamad Idrus mengatakan, pemeriksaan bisa dilakukan di semua puskesmas namun untuk pengobatannya dirujuk ke puskesmas dan rumah sakit yang melayani.

“Selain didapatkan secara gratis, obat ARV ini juga memperlambat perkembangan virus HIV. Pasien harus mengonsumsi obat ini setiap hari seumur hidup,” katanya usai pertemuan joint planning HIV-TB (Tubercolosis) tingkat Kota Palembang, di Kantor Walikota, Rabu (6/11/2019).

Paradigma sebagian besar orang bahwa tak ada obat bagi HIV menjadi kekhawatiran bagi pengidap virus ini. Kementerian Kesehatan beberapa waktu lalu telah menyuplai obat ARV (Antiretroviral) ke daerah termasuk Palembang.

“Sehingga mereka yang memiliki resiko terkena HIV jangan sungkan untuk memeriksakan ke puskesmas kita atau ke rumah sakit yang melayani. Seperti Siloam, RSMH, Myria, dan RK Charitas dan Siti Khadijah,” katanya.

Lihat Juga :  Fatwa MUI Vaksin Influenza Asal China Halal Aman untuk Umat Islam

Perkembangan virus HIV menjadi AIDS hanya dalam waktu singkat 5-10 tahun. Maka, dengan banyaknya orang beresiko diperiksa tentu bisa menekan angka karena cepat diberikan pengobatan dalam bentuk ARV. Obat ini untuk menghambat pertumbuhan virus. Jika pengobatan dibarengi dengan pola hidup sehat dan menghindari resiko seperti seks bebas, penderita HIV tidak jadi masuk ke fase AIDS.

“AIDS ini ujung dari HIV, dimana HIV tidak memiliki gejala. Sedangkan aids, pasien mengalami imunitas yang turun sehingga memudahkan penularan virus yang masuk ke tubuh,” jelasnya.

Obat ARV ini diberikan secara gratis karena sudah masuk ke program penanggulangan HIV/Aids oleh Kemenkes. Setelah dilakukan pemerintah terhadap pasien TB (Tuberkulosis) di puskesmas, dari total pasuen TB 1859 pasien, hanya sebanyak 1768 yang periksa dan hasilnya 8 orang positif HIV.

Sementara pemeriksaan di rumah sakit, dari 4249 pasien TB, 538 melakukan pemeriksaan dan 19 pasiennya dinyatakan positif. “Jadi total dari Januari ada 27 pasien yang positif HIV dari diagnosa TB awalnya,” ujarnya

Lihat Juga :  2 Bahan Alami ini Bisa Atasi Penyakit di Paru-paru, Begini Cara Konsumsinya

Mereka yang beresiko HIV yakni ibu hamil, pasien Tubercolosis, Infeksi Menular Sosial (IMS), pengguna narkoba suntik, waria atau transgender juga warga binaan pemasyarakatan.

Pengelola Program TB Dinkes Sumsel Marsal Husnan mengatakan, TB dan HIV sangat berkaitan. Banyak pasien TB yang terindikasi HIV juga sebaliknya. Marsal menjelaskan, virus TB masuk ke dalam tubuh akan bersembunyi cukup lama di pembuluh darah. Virus akan berkembang bahkan menyebabkan kematian saat imun tubuh menurun.

“Banyak orang yang mengidap HIV tanpa diketahui memiliki sakit TB. Sebagian besar TB disebabkan dari HIV,” katanya.

Penularan TB diakibatkan dari virus yang tertular lewat udara diantaranya melalui batuk sembarangan, bersin. Berdasarkan data pusat, estimasi penderita TB di Sumsel 33 ribu, Palembang 9700. Untuk mencegahnya, tim kesehatan harus menemukan 97 persen penderita dari jumlah tersebut.

“Bisa diobati sampai sembuh dengan cara berobat dan minum obat secara rutin selama 6 bulan,” katanya. ((*/sumber: maklumatnews.com/Kamayel Ar-Razi)

Back to top button