MOZAIK ISLAM

Masya Allah, inilah Jarak Bumi dan Matahari Menurut Sayyidina Ali dan Fakta Ahli Astronomi di Masa Kini

ASSAJIDIN.COM — Suatu ketika di teras masjid Kuffah, datang seseorang menghampiri Ali bin Abi Thalib Karamallahu Wajhah, orang tersebut lantas bertanya,“Wahai Ali.. seberapa jauhkah antara tempatku berdiri dengan itu (sambil menunjuk ke arah matahari)?”.

Sayyidina Ali hanya menjawab dengan singkat dan mudah untuk dipahami, “Jika seseorang mengendarai kudanya mulai dari sini selama 500 tahun perjalanan, maka ia akan mencapai matahari”.

Jawaban yang terkesan sepele ini, ternyata jika kita memperhitungkannya dengan teliti, maka jawaban itu memiliki akurasi yang luar biasa terhadap perhitungan astronomi modern.

Jika kecepatan rata-rata (antara jalan dan berlari) kuda Arabian adalah 22 mph dengan waktu perjalanan sehari penuh selama 500 tahun berdasarkan jumlah hari dalam kalender Hijriyah sebanyak 354 hari, diperoleh:

Lihat Juga :  Rumah Zakat Action Kembali Salurkan Bantuan kepada Korban Kebakaran Kenten Laut

d = vt
= 22 mil/jam x 23,9344699 jam x 354 hari x 500 tahun
= 9,83488 m/s.(23,9344699.60.60)•354•500
= 9,83488 m/s•1,52510436468•10¹ºs
= 1,499921841410•10¹¹ meter

Di tahun 2006, BIPM melaporkan bahwa nilai dari astronomical unit(AU) adalah 1,495978706916•10¹¹ meter, lalu direvisi pada tahun 2014 berdasarkam brosur SI bahwa redefinisi 1 AU adalah 1,495978707•10¹¹ meter.

Hal ini berarti jawaban Sayyidina Ali untuk jarak matahari, punya akurasi 99,737110675% terhadap perhitungan mutakhir atas tetapan satu satuan astronomi sebagai jarak standard bumi-matahari.

Berdasarkan hukum Kepler mengenai orbit planet, diketahui bahwa lintasan orbit tidaklah berupa lingkaran sempurna akan tetapi berbentuk elips dan fakta ini mengharuskan jarak antara bumi-matahari menjadi berubah, sehingga jawaban Sayyidina Ali bisa dikatakan sangatlah tepat untuk dapat dicerna alam pikiran orang-orang pada masa itu di jazirah Arab.(*/SUMBER :ISLAMPOS)

Tags
Close