NASIONAL

MUI Soal Crosshijaber : Harus Dibendung dengan Bimbingan, Kalau Makin Besar Repot

ASSAJIDIN.COM —  Fenomena crosshijaber menjadi perhatian sejumlah di media sosial. Fenomena itu menyoroti tingkah para lelaki yang menggunakan hijab, bahkan bercadar, dan masuk ke area privasi perempuan.

Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi, Masduki Baidlowi, menilai aksi tersebut jelas sebagai aksi penyimpangan agama.

” Ya itu penyimpangan. Agama kan jelas melarang seorang laki-laki lalu meniru-niru sikap seorang perempuan,” kata Masduki, dikutip dari dream.co.

Dia berharap, fenonema semacam ini dapat dibendung dengan bimbingan agar proses penyimpangan tidak membesar.

” Kalau sudah membesar itu akan repot,” ujar dia.

Masduki mengatakan, kondisi semacam itu akan merepotkan tatkala menjadi budaya pop.

Lihat Juga :  Ada Lebih dari 88 Jenis Kuliner di Kota Palembang, Apa Saja?

” Tren budaya sosial itu kan yang membahayakan itu. Maka harus dicegah, dilakukan pendekatan dan bimbingan,” kata dia.

Dunia maya sedang dihebohkan fenomena Cross Hijaber. Mungkin banyak yang belum tahu apa itu Cross Hijaber. Rupanya ada komunitas, pria-pria yang suka berdandan layaknya wanita berhijab.

Mereka menggunakan baju muslim, dan seringkali model panjang dan lebar ala pakaian syar’i. Lengkap dengan hijab bahkan cadar. Sehingga seringkali tak ada yang tahu kalau sebenarnya mereka adalah pria.

Hal yang mengerikan dan bikin heboh adalah, pelaku-pelaku cross hijaber ini masuk ke area-area khusus perempuan. Seperti masjid, kamar mandi dan area lain.

Lihat Juga :  Pasca Pilkada Serentak, Palembang Kembali Zona Merah Covid-19

Para pelaku cross hijaber ini cukup nekat. Justru kekhawatiran akan terungkapnya identitas membuat mereka makin tertantang. Terutama untuk berpakaian seperti muslimah seutuhnya.

” Kalo aku aku pribadi kenapa harus takut? kenapa harus ragu? kalau kalian masih takut atau ragu, mendingan udahan deh nerusin hobby jadi cder. Sebenarnya berani iu bukan modal yang utama. Modal yang paling penting itu niat,” ungkap salah satu pelaku yang, akunnya ramai diperbincangkan di media sosial.

Fenomena ini tentu saja membuat banyak perempuan merasa tak aman. Apalagi cross hijaber ini masuk ke area privat perempuan. (*)

Back to top button