EKONOMI & BISNIS

Larang Minyak Goreng Curah Beredar, ini Positifnya Konsumsi Minyak Goreng Kemasan

AsSAJIDIN.COM —  Pemerintah berencana akan memberlakukan kebijakan larangan minyak goreng curah beredar di Pasaran tahun 2020 mendatang. Akan tetapi sampai saat ini Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel belum menerima edaran resmi dari pihak Kementerian dan kebijakan tersebut yang pada dasarnya masih dikaji oleh Kementerian Perdagangan.

Akan tetapi, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan, Yustianus mendukung kebijakan ini terlebih lagi jika minyak curah bisa dialihkan menjadi minyak kemasan. “Rencana kebijakan tersebut saya rasa mempunyai tujuan yang cukup baik. Apalagi jika packing untuk minyak goreng curah akan mengarah ke minyak kemasan,” jelas Yustianus saat di jumpai di Griya Agung, Rabu (09/10).

Lanjut dia jika minyak curah bisa dikemas dengan baik, konsumen bisa melihat label nama perusahaan, kapan diproduksinya dan izin pemasarannya. Keamanan konsumen pun tentu lebih terjamin, Serta konsumen tak perlu khawatir dengan kualitasnya.

Lihat Juga :  Fokus Bisnis Ritel, Mandiri Syariah Simpang Patal Gelar Open Table di PT PUSRI

Apalagi dari sisi harga baik minyak goreng curah dan minyak goreng kemasan memiliki harga jual yang tidak jauh berbeda. Jika minyak goreng curah dijual dengan Rp 10 ribu perkilo sementara minyak kemasan dipasarkan dengan Harga Eceran tertinggi (HET) Rp 10.500 ribu sampai Rp 11 Ribu perkilo. “Jadi ini lebih kepada kemasannya. Karena masih ada tenggang waktu, kita harap produsen minyak curah bisa mempersiapkan alternatif kemasan untuk minyak curah yang lebih laik edar,” tukasnya.

Dilain pihak, Konsumen Minyak curah banyak di gunakan oleh pedagang makanan terutama warung penjual makanan siap saji. Salah seorang pedagang Wiwik (42) menjelaskan jika ia juga mendukung kalau minyak curah bisa diubah menjadi minyak kemasan. “Mau mau aja, toh kwalitasnya juga semakin membaik kalau jadi minyak kemasan, tapi harganya jangan di naikin,” terang Wiwik.

Lihat Juga :  Menghitung Zakat Perusahaan, Bagaimana Caranya ?

Lanjut dia, kalau malah meninggikan harga, dirinya akan merasa rugi karena selama ini minyak curah dinilai cukup murah harganya apalagi untuk pedagang makanan sepertinya yang sangat mengandalkan minyak curah untuk memasak. “Kalau sama seperti kemasan bisa bangkrut. Bukan untung malah buntung,” tegasnya. (*/sumber: sibernas/MN)

Tags
Close