PENDIDIKAN

Disdik Liburkan Anak Sekolah 3 Hari, Kemenag Keluarkan Surat Edaran Siswa Madrasah Masuk Pukul 08.00

ASSAJIDIN.COM —  Dinas Pendidikan Kota Palembang akhirnya mengeluarkan kebijakan dadakan dengan memulangkan seluruh siswa mulai jenjang PAUD, SD hingga SMP pagi ini.

Instruksi tersebut mengingat kualitas udara semakin memburuk dan dikhawatirkan akan berdampak buruk terhadap kesehatan siswa. Disdik memutuskan meliburkan siswq hingga tiga hari ke depan atau hingga 25 September 2019.

Sementara kebijakan berbeda diterapkan kementerian agama (kemenag) Sumsel. Kemenag yang membawahi sekolah sekolah madrasah ini mengeluarkan surat edaran memundurkan waktu masuk sekolah pukul 08.00 mengingat kabut asap yang semakin pekat. “Jadwal masuk sekolah dimundurkan dan jadwal pelajaran dipercepat 10 menit, dari satu pelajaran 40 menit, menjadi 30 menit untuk siswa MTs dan 35 menit untuk madrasah aliyah, ‘” kata humas kemenag Sumsel H Syaefudin Latif.

Lihat Juga :  Tingkatkan Kemampuan Guru Lewat Literasi dan Strategi yang Kreatif

Berdasarkan pantauan pagi ini seluruh siswa SD Negeri 1 Palembang tengah dipulangkan oleh pihak sekolah menyusul instruksi dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang.

Dengan suasana memakai masker mereka pun berangsur pulang. Mereka membubarkan diri dengan pulang ke rumah masing-masih.

Kepala SDN 1 Palembang mengatakan mereka dipulangkan dan belajar sementara di rumah selama tiga hari kedepan.

“Kita juga himbau meski tak ke sekolah, siswa agar belajar di rumah dan disesuaikan dengan mata pelajaran,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang H Ahmad Zulinto mengatakan bahwa pihaknya pagi telah berkordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) bahwa kualitas udara berada diambang tak sehat.

Lihat Juga :  Penataan Balai Diklat Kemenag Palembang Sebagai Warisan

“Dan kami juga telah berkodinasi dengan Sekda Kota Palembang pagi ini daj akhirnya kami memutuskan untuk merumahkan siswa selama tiga hari ke depan sampai kualitas udara membaik,”terang Zulinto.

Ia menambahkan bahwa berdasarkan keterangan DLHK bahwa kualitas udara berada diangka 100-199 pagi ini dan jika akan tetap belajar agar memulai aktivitas sekolah mulai pukul 10.00 WIB.

“Namun pertimbangan kami, kasihan anak-anak belajar sedikit, dan juga orang tua harus jemput apalagi yang sedang kerja. Maka kami putuskan untuk siswa belajar dirumah dengan diberikan tugas dari guru masing-masing,”urainya.

Terlebih lagi menurut Zulinto bahwa asap tebal juga sudah masuk ke ruang-ruang belajar sehingga kasihan anak-anak belajat dengan udara tak sehat. (*/Sumber: sibernas/sugi)

Back to top button