NASIONAL

Innalillah… Satu Bayi Kembar Siam Meninggal Dunia Usai Jalani Operasi 7 Jam di RSMH Palembang

 

AsSAJIDIN.COM — Bayi kembar siam berumur 15 hari berjenis kelamin perempuan, Alisya Zahra yang merupakan kembaran dari Aysha Jahzara meninggal dunia saat menjalani operasi pemisahan di Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, Selasa (27/8/2019).

Operasi ditangani oleh Tim Dokter Ahli gabungan dari RSMH Palembang yang di pimpin oleh dr. Sindu Saksono, Sp BA dan Rumah Sakit Dr Sutomo Surabaya yang di pimpin oleh dr Agus Harianto Sp.A(K). Seluruh tim sebanyak 34 orang diantaranya dokter 20 orang diantaranya Bedah Plastik, Ortopedi, Cardiopasculer, Dokter Anak juga Spesialis Anastesi.

Aysha dan Alisya merupakan anak pertama pasangan Orin Safitri (26) dan Afit Bakhirul Anwar (30). Keduanya dilahirkan secara secar (SC) dengan usia kehamilan 35 minggu atas indikasi eklamsi. Saat lahir tampak perut dan dada bayi saling menempel. Berat total kedua bayi tersebut saat lahir 2340 gram.

Tim Operasi Kembar Siam dari RSMH Palembang, juga Dokter Spesialis Bedah Anak dr Sindu Saksono mengatakan, proses operasi kembar siam ini sudah mulai dilakukan sejak jam 01.00 dini hari kemudian jam 05.00 dimandikan dan jam 06.00 dikirim ke ruang operasi. Jam 06.30 – 09.00 memasang alat anastesi namun cukup sulit karena bayi sangat kecil. Terurama mencari pembuluh darah. Lalu baru memulai operasi dan kemudian terpisah jam 12.27 dan selesai proses jam 16.00.

Lihat Juga :  Akhir Oktober 2023, Insya Allah Masuk Musim Penghujan

Kedua bayi kembar siam ini datang ke RSMH sejak umur 5 hari. Kemudian dievaluasi dan tidak langsung dipisahkan, sebab ternyata bayi ini semakin hari semakin memburuk seperti inveksi. Bayi nomor 1 (Aysha) berkondisi baik tetapi nomor 2 (Alisya) jelek.

Bayi nomor 2 tidak mempunyai paru-paru berkembang dan jalan napas tidak ada. “Artinya bayi nomor 2 ini diasuh oleh bayi 1. Jantung bayi 1 membengkak karena kelelahan, suatu ketika saluran yang membantu akan menutup karena kewalahan maka harus terpisah, tidak bisa disatukan,” katanya, Selasa (27/8/2019).

Sebelum operasi, tim menyepakati akan menyelematkan keduanya. Tim berhasil memisahkan keduanya tetapi bayi nomor 2 tidak terselamatkan. Sebab paru-parunya tidak ada hanya kecil, jalan napas buntu dan jantungnya hanya kadang-kadang saja berdenyut.

“Ternyata bayi nomor 2 mendapat asupan darah segar dari bayi nomor 1. Maka dengan berat hati kita menutup saluran darahnya itu jam 10.20 dan bayi 1 bisa terselamatkan dan dengan berat hati bayi nomor 2 meninggal dunia,” katanya.

Ketua Tim Operasi Kembar Siam dan sebagai Ketua Kelompok Staf Medik Ilmu Kesehatan Anak (KSN) juga Dokter Spesialis Anak Konsultan Jantung Anak, dr Ria Nova SpA K, mengatakan masa kritis selama tujuh hari kedepan maka harus dipantau terus dan diwaspadai.

Lihat Juga :  Jamaah Reuni 212 Padati Monas

“Kita waspadai suhu bayi agar tidak adanya hepotermia karena bayinya kecil, ini harus dipantau terus. Memantau sirkulasi darah karena ada penebalan pada jantung, menjalani operasi besar maka rentan inveksi,” jelasnya.

Selama kehamilan, Orin Safitri melakukan pemeriksaan kehamilan kepada bidan sampai dengan usia kandungan 6 bulan, lalu melakukan USG dengan dokter spesialis kandungan. Orin diketahui akan melahirkan bayi kembar siam saat usia kandungan 28 minggu.

Afit Bakhirul Anwar, ayah dari sang bayi mengaku sedih kehilangan salah satu anak pertama mereka. Namun, ia mengatakan sejak awal mempercayai tim dokter dan mengucapkan terima kasih atas keberhasilan operasi ini.

Afit mengatakan, Orin mengalami tekanan darah tinggi hingga kejang dan tidak sadarkan diri. Sehingga kehamilan pun tidak sampai sembilan bulan dan harus segera operasi. Setelah melahirkan dengan cara SC, bayi kembar siam dibawa ke RSMH untuk operasi pemisahan.

“Operasi ini tidak bayar, kita pakai BPJS. Tentu kami sedih satu anak kami meninggal. Akan dikebumikan di daerah kami di Kecamatan Pedamaran Timur, OKI,” katanya. (*/Sumber: maklumatnews.com/Kamayel Ar-Razi)

Back to top button