INTERNATIONAL

Jangan Biarkan Perilaku Keberislaman Kita Jadi Rusak

Prilaku rasuah atau korupsi yang makin tidak mengenal batas lagi. Menerabas segala rambu yang terlarang.

 Beberapa pekan lalu, Menteri Pertahanan Malaysia Haji Mohammad bin Sabu atau akrab dipanggil Mat Sabu, diwawancarai oleh sebuah stasiun televise setempat berkaitan dengan keberislaman umat di Negara-negara Islam di dunia.

Ia ptihatin dengan prilaku sebagian umat Islam yang agak kurang mengaplikasikan ajaran Islam dengan sungguh-sungguh dalam khidupan sehari-hari. Bahkan lebih jauh lagi pada dunia politik, ekonomi dan sosial, prilaku sebagian kita tidak mencerminkan umat Islam sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabat.  Mengabaikan budaya dan prilaku yang santun dan terhormat sebagai ummat pilihan.

Ia mejelaskan betapa korupnya oknum-oknum pemerintahan di negara-negara Islam, betapa kebencian merajalela diantara umat dan pemerintah. Bahkan diantara keluarga pun bisa terpecah, hanya karena masalah sepele saja. Rasuah (korupsi) merajalela mulai dari atas hingga kebawah.

Datok H. Muhammad Sabu, menguraikan  bangsa barat telah meninggalkan peperangan ratusan tahun lalu, eh malah dibelahan dunia Islam peperangan terus terjadi. Jasirah Arab bersimbah darah. Di Afghanistan, Mesir, Irak, Iran dan banyak lagi dunia Islam yang berperang tak hiraukan adab prilaku Islam yang dibangun Rasulullah.

Kita pun sangat prihatin melihat kelakuan kita yang sehari-hari masih berprilaku bengis kepada sesame. Malah membenci diantara sahabat, sesame seiman bahkan keluarga sendiri. Prilaku rasuah atau korupsi yang makin tidak mengenal batas lagi. Menerabas segala rambu yang terlarang.

Lihat Juga :  Aplikasi Muslim Go, Pakai Font Mushaf Standar Indonesia, Ajak Anak Milenial Lebih Mempelajari Islam

Ternyata pendapat itu bukan hanya diungkapkan oleh *Menhan Malaysia Mohammad Sabu* saja, melinkan juga kemukakan oleh  *Prof Dr H Syamsul Rijal M.Ag *(Wakil Rektor III UIN Ar-Raniry) saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kupi Luwak, Jeulingke, Rabu (1/3-2019).(Serambinews.com, diunggah 18/03-2019). Katanya, Musuh Islam Adalah Perilaku tidak Islami.

Katanya, “Kondisi umat Islam di berbagai belahan dunia termasuk di tanah air saat berada dalam posisi yang kurang menguntungkan, mengalami kemunduran, dan kerap merasakan kekalahan dengan segala kelemahannya ketika berhadapan dengan umat agama lain. Hal itu terjadi disebabkan umat Islam mundur karena sudah tidak lagi mempraktekkan ajaran Islam yang termuat dalam AlQuran dan Hadist. Padahal itu adalah pedoman kita agar hidup bahagia dunia dan akhirat.

“Musuh utama umat Islam bukanlah karena kehebatan orang-orang di luar Islam seperti dari Yahudi dan Nasrani, tapi musuh sebenarnya adalah di internal, karena perilaku umat Islam itu sendiri yang yang tidak Islami dan jauh dari nilai-nilai agamanya,” kata Prof Dr H Syamsul Rijal M.Ag .

Disebutkannya, perilaku oknum umat Islam yang tidak islami ini juga akan membawa citra yang negatif pada Islam, sehingga umat lain akan menilai Islam itu dengan pandangan tidak baik. Bahkan, seorang ulama Mesir, Muhammad Abduh pernah mengatakan “Al-islamu mahjubun bil muslimin” yang artinya, kehebatan dan keindahan Islam justru tertutup oleh perilaku umat Islam sendiri.

Lihat Juga :  Draw Dinilai Menguntungkan, Tim Voli Pantai Indonesia Optimis Masuk Final

Alquran dan Hadits merupakan dua peninggalan Rasulullah SAW yang harus selalu dirujuk oleh setiap muslim dalam segala aspek kehidupan. Satu dari sekian aspek kehidupan yang amat penting adalah pembentukan dan pengembangan karakter pribadi muslim.

Pribadi muslim yang dikehendaki oleh Alquran dan Hadits adalah pribadi yang saleh, pribadi yang sikap, ucapan, dan tindakannya terwarnai oleh nilai-nilai yang datang dari Allah Swt. Selama ini persepsi masyarakat tentang pribadi muslim memang berbeda-beda, bahkan banyak yang pemahamannya sempit sehingga seolah-olah pribadi muslim yang baik itu tercermin pada orang yang hanya rajin menjalankan Islam dari aspek ubudiyah, ibadah mahdhah atau sebatas ritual saja, padahal itu hanyalah salah satu aspek yang harus lekat pada pribadi seorang muslim.

Karenanya, lanjut Prof Syamsul, jika ada umat Islam yang tidak maju dan kerap kalah, maka jangan sibuk cari kambing hitam ke orang lain, tapi evaluasi diri kita. “Kita tidak maju, karena kita sendiri yang tidak mau karena kebodohan, tidak punya rasa malu, malas dengan menunda-nunda pekerjaan, serta hilangnya kepercayaan sesama umat Islam,” ungkapnya.

Penuli/Editor: Bangun Lubis

Tags

Berita Terkait

Close