SYARIAT

Asal Mula Melaksanakan Shalat Ghaib

AsSAJIDIN.COM — Pada suatu hari, Rasulullah mengumumkan perintah salat gaib di Masjidil Haram dan mengajak para sahabat untuk melaksanakannya. Rasulullah meminta umat Muslim salat gaib untuk An-Najasyi, yaitu gelar bagi raja di Habasyah yang saat ini bernama Ethiopia.

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ : نَعَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ إِلَى أَصْحَابِهِ النَّجَاشِيَّ ثُمَّ تَقَدَّمَ فَصَفُّوا خَلْفَه فَكَبَّرَ أَرْبَعً

“Nabi memberitakan kepada para sahabatnya tentang kematian An-Najasyi, kemudian beliau maju untuk menjadi imam, maka kami membuat shaf di belakang beliau, dan beliau bertakbir empat kali” (HR. Bukhari).

Dari kisah itu, maka salat ghaib pun mulai dilakukan umat Muslim untuk mensalatkan saudaranya yang meninggal, yang letaknya jauh dari rumahnya. Misalnya umat Muslim di Indonesia yang ramai-ramai mensalatkan ulama kharismatik, Mbah Moen yang wafat di Makkah.

Lihat Juga :  One Day One Ayat : Tafsir Manusia Diciptakan Lemah

Pengertian gaib artinya tidak ada atau tidak terlihat. Sedangkan salat gaib adalah salat ketika jenazah sudah dikebumikan, atau berada di tempat yang jauh.

Hukum salat ini adalah fardhu kifayah. Artinya status hukum dari suatu perbuatan dalam Islam, namun ternyata sudah dilakukan oleh Muslim lainnya maka kewajibannya akan gugur.

Namun jika sebelumnya perbuatan itu belum dilaksanakan oleh Muslim, maka fardhu kifayah hukumnya akan menjadi fardhu ‘ain, tak lain adalah wajib.

Begitu pun di Masjidil Haram. Setiap selesai melaksakan salat fardhu 5 waktu, maka para jamaah dilanjutkan melakukan salat gaib.

Selama di sana saya istiqomah salat ghaib,” kata Ustadz Fauzan Amin dikutip dari Okezone, Rabu (7/8/2019).

Lihat Juga :  Agar Puasa Senin-Kamis Rutin dan Terasa Ringan Diamalkan

Dia juga menceritakan pengalamannya ketika sedang berada di Tanah Suci. Setiap saat selalu ada yang meninggal dunia dan disalatkan di sana.

Namun ternyata bukan hanya jemaah haji atau umrah saja yang disalatkan di Masjidil Haram. Masyarakat atau tetangga yang ada di sekitar Makkah pun ikut disalatkan.

“Dan ternyata bukan hanya jemaah haji dan umrah saja yang disalatkan di Masjidil Haram. Tapi warga sekitar yang meninggal juga disalatkan di sana,” ujar Ustadz Fauzan.(*/ sumber: okezone.com)

Tags

Berita Terkait

Close