PENDIDIKAN

Bagian Amanah Pendidikan, Mahasiswa Dibekali Wawasan Kebangsaan

ASSAJIDIN.COM —Guna mencegah tumbuhnya benih-benih radikalisme bagi mahasiswa baru Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri), pihak Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Polsri membekali mahasiswa dengan wawasan kebangsaaan.

Benar saja, sebanyak 3080 mahasiswa baru hari ini, Senin (5/8/2013) di Lapangan Polsri telah dibekali wawasan kebangsaan dengan langsung menghadirkan Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan.

Direktur Polsri Dr Ing Ahmad Taqwa MT mengatakan dalam rangkaian Pengenalan Sistem Pendidikan Tinggi, Polsri sejak 1982 telah bekerjasama dengan Kodam II/Sriwijaya dalam pembentukan karakter dan wawasan kebangsaan.

“Dan ini salah satu bentuk amanah dari proses pendidikan yakni membekali mahasiswa baru melalui pengenalan disiplin dan kita kerjasama dengan Kodam II Sriwijaya,”ujar Ahmad Taqwa.

Lihat Juga :  Suasana Haru Selimuti Wisuda Hafidz Rumah Tahfizh Ash - Sholihin

Terkait pencegahan mahasiswa agar tak terpapar radikalisme pihaknya mengaku telah melakukan kegiatan preventif baik melalui kegiatan atau pola mengingatkan setiap momen kepada mahasiswa baru.

“Termasuk pada kegiatan kali ini. Jadi pembekalan wawasan kebangsaan harus terus dilakukan. Tidak boleh berhenti mengingatkan. Setelah ini nanti pembekalan dari Dandim tentang Pancasila dan bela negara,”jelasnya.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Mayjend TNI Irawan memaparkan bahwa tantangan mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus dibekali dengan karakter kinerja yakni tentang kedisiplinan.

“Mereka adalah masa depan penerus bangsa, dan saya sampaikan bahwa mereka harus menanamkan jiwa kedisiplinan dalam memberikan wawasan kebangsaan”ujarnya.

Lihat Juga :  Kampanye Open Source Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa di Era Disrupsi

Disinggung mengenai pernyataan Menteri Pertahanan beberapa waktu lalu bahwa 24,3 mahasiswa terpapar radikalisme dengan indikator mendukung berdirinya khilafah, Irawan mengaku bahwa diwilayah hukumnya sejauh ini belum ada deteksi baru tumbuhnya mahasiswa yang terpapar radikalisme.

“Sejauh ini belum ada penelitian baru, tapi sejauh di Sumsel kita belum menemukan. Artinya kita juga harus melakukan pola pencegahan. Dan kami himbau kepada seluruh Perguruan Tinggi di Sumsel menggelar kegiatan wawasan kebangsaan seperti ini,”jelasnya. (*/Sumber: sibernas/abdullah)

Back to top button