Uncategorized

Seminggu Jelang Idul Adha, Pembelian Hewan Kurban Baru akan Ramai

ASSAJIDIN.COM — Masih bingung bagaimana memilih hewan kurban sesuai syarat yang ditentukan? Ya, umat Islam memang perlu ilmu agar niat berkurban betul betul sesuai syariat.

Banyaknya pedagang hewan kurban yang menawarkan hewan kurban, jangan sampai salah membeli atau memilih hewan baik sapi maupun kambing.

Dalam pembelian hewan hendaklah di teliti. Hewan yang dikrbankan harus dalam keadaan sehat dan tidak cacat. Ini menjadi kesempurnaan dalam berkurban selain niat, dan hewan yang diqurbankan juga harus yang sudah berumur 2 tahun lebih, hal ini dapat dilihat dari kondisi giginya.

Seperti yang diungkapkan salah satu penjual hewan kurban dik Jalan Demang Lebar Daun Palembang.
H Rahman Soleh mengatakan untuk melihat umur hewan (sapi maupun kambing) bisa dilihat dari ukuran gigi susu atau seri sudah berganti dengan 2 gigi baru yang lebih besar di bagian depannya.

Lihat Juga :  Penyembelihan Hewan Kurban di Masjid Darunnajihin

Dengan melihat gigi hewan bisa  diperkirakan usianya sudah layak atau tidak untuk dikurbankan. “Kalau orang jawa menyebutnya poel,” kata H Rahman.

Hampir sama dengan Rahman Soleh, Erni, penjual hewan kurban di kawasan yang sama mengatakan mereka juga juga tidak sembarang menjual hewan kurban. Mereka menyeleksi hewan dari pemasok harus yang sehat, tidak cacat tidak boleh kurus dan sudah berumur 2 tahun. “jika ada hewan yang telah dipesan atau dibeli tapi tiba tiba sakit maka akan diganti yang baru,” jelasnya.

Erni menjelaskan  penjualan yang dialami kian tahun mengalami penurunan, bukan berkurangnya orang yang berkurban tapi bertambahnya penjual hewan kurban saat ini. Dulu dalam penjualan hewan qurban bisa mencapai 150 oekor, dan tahun lalu hanya 70 ekor saja.

Lihat Juga :  10 Aturan Terkait Pelaksanaan Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban di Masa Pandemi Covid-19

Keduanya mengatakan juga bahwa pembeli biasanya akan ramai ketika seminggu sebelum idul adha. Dan yang pesan kebanyakan dari kalangan perusahaan. (*)

Kontributor: Ali Munandar

Back to top button