MOZAIK ISLAM

Bulan Dzulqa’dah yang Sering Terlupakan, inilah Keutamaannya

ASSAJIDIN.COM — Setelah Syawal, umat Islam umumnya bersiap membicarakan Dzulhijah, salah satu bulan yang di dalamnya ada ibadah haji dan kurban. Bagaimana dengan bulan Dzulqa’dah? Apakah bulan ini tiada maknanya?

 

Mungkin banyak di antara kita menyepelekan bulan ini. Padahal di bulan ini yang kini sedang kita lalui, adalah bulan yang baik untuk persiapan melaksanakan haji dan kurban. Ia adalah bulan mulia, nulan ibadah.

Bulan yang memiliki 2 gelar:

1. Bulan Haji

ALLAH Ta’ala berfirman:

ٱلْحَجُّ أَشْهُرٌ مَّعْلُومات

“Musim haji jatuh pada beberapa bulan yang telah diketahui (Syawwal, Dzul Qa’dah, 10 hari pertama Dzul Hijjah).”
(Al Baqarah: 197)

2. Bulan Haram

Lihat Juga :  Menebar Kebaikan Bersama Komunitas #YukNgajiPalembang

Bulan dimana dosa dilipatgandakan, sebagaimana pahala setiap tetesan keringat dan langkah kebajikan dilipatgandakan.

ALLAH Ta’ala berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمٰوٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram/mulia (Dzul Qa’dah, Dzul hijjah, Al Muharram, dan Rajab).”
(At Taubah: 36)

Masyaallah, namun bulan ini cenderung dilupakan. Jarang terlihat penyambutan dan jamuan. Jangankan menyambut kedatangannya, banyak dari kita tidak sadar bahwa ia telah bertamu dalam kehidupan kita.

Kita telah berada di bulan Dzul Qa’dah.
Lumbung dari pahala dan mimpi buruk bagi setiap dosa.

Lihat Juga :  Keutamaan Shalat Tahajud Berdasarkan Alquran dan Hadist

Maksimalkanlah, perlakukanlah dia dengan semestinya dan jangan sampai kita “menganak-tirikan”-nya. (*/sumber: tulisan Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, Lc/salamdakwah.com)

Tags

Berita Terkait

Close