Uncategorized

Cerita Hijrah Mohammad Ahsan, Dimulai Sejak Pulang Umroh dan Sering Dengar Ceramah Ustad ini

AsSAJIDIN.COM — Fenomena hijrah banyak terlihat di kalangan atlet nasional.┬áPaling hangat sejak setahun terakhir adalah hijrahnya atlet bulutangkis asal Palembang Mohammad Ahsan. Bagaimana ceritanya Ahsan mantap hijrah? Memelihara janggut dan ciri khas menutup aurat dengan leging hingga di atas mata kaki dan minum duduk di sela-sela pertandingan.

Dikutip dari cnnIndonesia, awal hijrah dimulai saat ibadah umrah yang dijalani Ahsan pada 2016. Sepulang dari ibadah umroh, pebulutangkis segudang prestasi nasional dan internasional itu untuk berhijrah. Ahsan secara perlahan mulai mengubah penampilannya di lapangan.

Perubahan ini pertama kali terlihat ketika Ahsan mengikuti Kejuaraan Bulu Tangkis Dunia di Glasgow, Skotlandia pada 2017. Ia yang semula mengenakan celana pendek saat bertanding, mulai menggunakan legging panjang atau celana ketat hingga menutup mata kaki.

Ahsan juga mulai mengubah caranya minum saat jeda pertandingan. Para atlet biasanya minum sambil berdiri karena jeda waktu yang cukup singkat. Namun Ahsan saat itu mulai minum dengan setengah duduk. Ia juga mulai memelihara jenggot tipis di wajahnya.

Kebiasaan ini juga terlihat ketika bertemu Ahsan di sela jadwal latihan di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta pada Maret lalu. Dalam sesi latihan pun, ia tetap mengenakan legging panjang dan memanfaatkan waktu istirahat dengan minum sambil duduk.

Ketertarikan untuk berhijrah itu bermula sejak Ahsan mengikuti kajian ustaz di akun media sosial YouTube.

“Saya sebenarnya sudah mulai belajar 2015 akhir. Awalnya cuma ikut-ikut saja, lihat ceramah di YouTube. Masih awam, jadi tidak tahu siapa yang harus diikuti,” ujar Ahsan.

Pemain bulu tangkis ganda putra ini mengaku cenderung merujuk pada ustaz-ustaz salaf-salafus shalih atau mereka yang mengacu pada ajaran Nabi Muhammad hingga sahabat-sahabatnya.

Lihat Juga :  Ketika Anak Berbeda Pendapat dengan Orangtua, Sebuah Renungan

Dalam proses pencariannya, Ahsan pun menemukan ustaz Subhan Bawazier yang ajarannya dianggap paling sesuai.

“Ustaz sebenarnya banyak yang diikuti, ada ustaz Subhan, ustaz Yazid Abdul Qadir, ustaz Khalid Basalamah juga termasuk,” katanya.

Selama menjalani proses tersebut, pria berusia 31 tahun ini mengaku tak punya momen khusus atau titik balik yang membuatnya ingin hijrah. Namun keinginan untuk berhijrah itu makin kuat usai Ahsan menjalankan ibadah umrah pertama kali pada awal 2016. Saat itu Ahsan hanya ingin agar ibadahnya bertambah baik sepulang umrah.

“Umrah itu pertama kali memang niat ibadah, pulang tuh pengennya ada perubahan. Jadi tidak mau pulang sama aja. Biar kita tuh tidak cuma memikirkan pertandingan terus. Dan alhamdulillah seperti diberi jalan,” ucap Ahsan.

Ahsan mulai mengikuti kajian di masjid dekat rumahnya di kawasan Bintaro, Tangerang. Ia cukup rutin mengikuti kajian yang digelar tiap Rabu malam tersebut. Namun padatnya jadwal latihan jelang pertandingan besar lambat laun membuat Ahsan kerap absen dari jadwal kajian.

“Ya kadang bolong ikut kajian karena harus latihan. Tapi bersyukur juga sekarang bisa lihat dari internet. Dilihat dulu ustaznya siapa kan, tidak sembarang semua diikuti,” tutur Ahsan.

Perubahan penampilan dengan legging saat bertanding dan posisi minum setengah duduk itu disebut Ahsan sebagai bagian dari menjalankan sunnah Nabi Muhammad SAW. Ahsan mengaku semata melakukan hal tersebut karena ingin memperbaiki diri.

Beruntung, rekan sesama atlet dan pelatihnya di pelatnas tak mempermasalahkan perubahan tersebut. Penampilan Ahsan justru disontek mantan partnernya di lapangan, Rian Agung Saputra yang ikut mengenakan legging saat bertanding. Bahkan keduanya sempat dijuluki ‘duo hijrah’ saat itu.

Lihat Juga :  Mengenal Iis Emping, Legendaris Penyanyi Keroncong Asal Palembang

“Rian itu memang niat sendiri, bukan karena lo pakai legging biar sama. Tadinya mungkin tidak berani, tapi kemudian lihat seniornya jadi berani. Saya juga tidak mengajak kok,” ungkapnya.

Ahsan tak pernah memaksa agar rekan-rekannya bersikap sama seperti dirinya. Apa yang dijalankan oleh Ahsan selama ini semata untuk dirinya sendiri.

“Saya tidak menyuruh ‘lo harus duduk’ kayak gitu, tidak. Niat saya buat sendiri dulu,” ucapnya.

Dukungan positif turut datang dari keluarganya. Istrinya yang semula tak mengenakan hijab kini perlahan mulai belajar mengenakan hijab. Menurutnya, proses hijrah itu harus dicontohkan secara langsung alih-alih sekadar melalui ucapan.

Ia menyadari hijrah yang dijalaninya membutuhkan proses yang tak singkat. Namun secara bertahap Ahsan mengajarkan pada keluarganya untuk mulai meninggalkan hal-hal yang haram.

“Pasti saya mengajak sebagai kepala rumah tangga yang bertanggung jawab. Alhamdulillah istri mulai mengikuti, berbenah walau sedikit demi sedikit. Memang butuh proses juga,” ujarnya.

Ahsan yang meraih gelar All England 2019 bersama Hendra Setiawan ini memastikan hijrah yang dijalani tak akan menganggu aktivitasnya sebagai atlet bulu tangkis. Ia berpegang teguh mempelajari dan menjalankan apa yang ia yakini seperti yang diajarkan dalam sunnah Nabi Muhammad.

“Kan tidak selamanya kita main bulu tangkis terus. Kita tidak tahu ke depannya akan seperti apa, tapi kalau ilmu kan selamanya. Walau sudah meninggal, ilmu itu akan tetap bermanfaat,” ucapnya. (*)

Back to top button