MOZAIK ISLAM

Melihat Kehidupan Desa Temboro Magetan, Di mana-mana Perempuannya Bercadar, Para Pria Bergamis

Disebut-sebut Duplikasi Madinah

AsSAJIDIN.COM — Entah sejak kapan hal ini dimulai. Yang jelas, kabar adanya duplikasi kota Madinah Arab Saudi di Indonesia viral sejak beberapa waktu lalu.

Tak banyak orang tahu, ada sebuah desa di Indonesia kehidupannya seperti di kota Madinah, Arab Saudi. Desa itu terdapat di Kabupaten Magetan, Jawa Timur bernama Desa Temboro.

Sebuah desa yang terletak di Kecamatan Karas, ini terkenal dengan sebutan kampung Madinah. Karena hampir seluruh warga di desa Temboro ini berpakaian sunnah, seperti pada zaman sahabat Nabi Muhammad SAW dahulu.Kaum pria mengenakan baju gamis sedangkan wanitanya mengenakan baju muslim serta cadar penutup wajah.

“Memang betul, jadi di Desa Temboro sini memang dikenal dengan sebutan kampung Madinah. Kenapa, karena mayoritas warga hampir 100% berpakaian muslim semua baik pria maupun wanita. Yang pria pakai celana dan jubah dan yang wanita memakai jilbab dan bercadar,” terang Sekretaris Desa Temboro Muhamad Safi’ dikutip dari detikcom, 20 Juni 2019.

Lihat Juga :  Meniru Cara Rasulullah Menjadi Seorang Entrepreneur Sukses

Desa Temboro, kata Safi’, memiliki luas wilayah lebih dari 517 hektar. Sebanyak 259 hektar di antaranya adalah persawahan. Sisanya, lanjut Safi’, merupakan pemukiman, pondok pesantren, sekolah dan pasar serta pertokoan. Untuk tempat ibadah umum terdapat 29 bangunan masjid dan musala.

“Saat ini terdapat empat Pondok Pesantren (Ponpes), yakni Ponpes Al Fatah, Ponpes Al Qodir, Ponpes Roudhotut Tholibin dan Ponpes Darul Muttaqin. Dari ke empat Ponpes tersebut paling besar yakni Ponpes Al Fatah. Jumlah santrinya ribuan, tersebar di 5 lokasi di Desa Temboro,” terangnya.

Di ruang tamu Safi’i, didesain lesehan seperti halnya suasana Ponpes. Dikatakannya, meskipun tidak ada peraturan desa yang pengatur kewajiban berbusana muslim, namun atas kesadaran sendiri warganya menyesuaikan dengan lingkungan.

Lihat Juga :  Menerbangkan Masjid sebagai Pusat Ibadah dan Pemberdayaan Masyarakat

“Otomatis kesadaran sendiri mengenai busana muslim. Biasanya kalau mereka ndak memakai hijab untuk wanita pasti akan malu sendiri,” ucapnya.

Karena mayoritas berbusana muslim, banyak dijumpai pedagang pakaian dan aksesoris busana muslim. Baik baju pria, wanita, anak maupun dewasa, termasuk cadar untuk wanita.

Pantauan di sana, terlihat lalu lalang warga berbusana muslim di jalan, maupun yang berada di teras rumah. Untuk pria tampak berjubah dan para wanita berbaju muslim berwarna hitam lengkap dengan cadar penutup wajah. (*/sumber: detik.com)

Tags
Close