HAJI & UMROH

CJH Diimbau Jaga Kesehatan dari Sekarang untuk Persiapan Berangkat Haji

LAHAT, ASSAJIDIN.COM –Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan HM. Alfajri Zabidi membuka secara resmi manasik haji massal tingkat kabupaten Lahat di Masjid Baitul Makmur, Lahat, Rabu (19/6).

Kegiatan ini diikuti oleh 262 calon jamaah haji Kabupaten Lahat yang akan berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 1440 H/2019 M.

Dalam sambutannya, Alfajri meminta seluruh calon jamaah haji agar senantiasa menjaga kesehatan menjelang keberangkatan pada Juli mendatang. Dia juga berharap jumlah jamaah yang berangkat ke Tanah Suci dan kembali ke Tanah Air tidak berkurang alias tidak ada yang meninggal.

“Ibadah haji merupakan ibadah fisik. Selain kemampuan secara finansial, jamaah juga dituntut memiliki istithoah secara fisik atau kesehatan. Sehingga mampu menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci dengan baik. Untuk itu, mulai saat ini jagalah kesehatan bapak/ibu sekalian hingga hari H keberangkatan,” pesan Fajri.

Lihat Juga :  Kloter 1 Haji Indonesia 2018 akan Berangkat Mulai 17 Juli

Manasik haji sendiri, menurut Fajri merupakan hal penting yang harus dipahami setiap calon jamaah. Sebab dengan pemahaman yang benar atas rukun, wajib, dan sunnah dalam berhaji, maka para jamaah haji nantinya dapat menjalankan ibadah sesuai dengan tuntunan agama dan bisa meraih predikat haji mabrur dan mabruroh.

Tugas bapak/ibu adalah menjaga kesehatan dan belajar manasik dengan sebaik mungkin. Sedangkan pemerintah bertugas untuk terus melakukan perbaikan dalam pelayanan terhadap bapak/ibu sekalian. Mulai dari tanah air, dalam perjalanan, di tanah suci, hingga kembali ke Tanah Air,” jelas Fajri.

Kemenag sendiri terus melakukan inovasi setiap tahunnya. Tahun 2018 lalu, ada 10 inovasi yang dilakukan Kemenag antara lain percepatan keimigrasian, QR Code pada gelang jamaah, sewa akomodasi satu musim penuh, bumbu masakan Indonesia, penambahan katering mekkah, tanda paspor dan koper, pengalihan porsi waris, visa print kertas, konsultan ibadah, dan membentuk tim pertolongan pertama pada jamaah haji (P3JH).

Lihat Juga :  Yayasan Al Furqon Grup Sebarkan 1.400 kantong Daging Kurban

“Sedangkan tahun 2019 ini, ada delapan inovasi yang dilakukan, yakni pemberlakukan fast track imigrasi di semua embarkasi, penyewaan full musim untuk hotel di madinah, pemetaan kualifikasi dan komposisi petugas pada Satgas Arafah dan Mina, penomoran tenda penambahan urinoir dan AC di tenda Arafah, pelaporan petugas dilakukan secara elektronik dan terpadu dengan siskohat, penyederhanaan panduan manasik haji, integrasi data kesehatan dengan Siskohat, serta pembentukan layanan terpadu di Daker Mekkah,” beber Fajri.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Kabupaten Lahat H. Muhammad Gandil menuturkan, para calon jamaah haji Kabupaten Lahat ini akan menjalani dua kali manasik di tingkat Kabupaten dan delapan kali di tingkat kecamatan. Mereka juga sebelumnya telah mengikuti manasik haji mandiri sebanyak 14 kali pertemuan. (*/sumber: kemenag.sumsel.go.id)

Tags

Berita Terkait

Close