HAJI & UMROH

Jangan Abaikan Manasik Haji, Setidaknya Perlu 10 Kali Pertemuan agar Bekal Pengetahuan Cukup

ASSAJIDIN.COM —  Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pagaralam menggelar Manasik Haji Tingkat Kankemenag di Aula Seminar Vila Gunung Gare, Kota Pagaralam, Selasa (18/6).

Kegiatan ini dibuka Kakanwil Kemenag Sumsel HM. Alfajri Zabidi dan diikuti 125 calon jamaah haji Kota Pagaralam.

Hadir dalam acara pembukaan Kepala Kantor Kemenag Kota Pagaralam H. Win Hartan, Kasubbag Inmas Kanwil Kemenag Sumsel H. Saefudin, pejabat di lingkungan Kemenag Pagaralam, dan unsur Muspida Peko Pagaralam.

Fajri dalam arahannya menjelaskan, manasik haji merupakan hal penting yang harus dipahami oleh setiap calon jamaah haji, termasuk jamaah haji Kota Pagaralam. Untuk itu, pemerintah terus berusaha memberikan pembinaan kepada para calon jamaah.

“Pemerintah dalam hal ini Kemenag, melaksanakan 10 kali manasik bagi calon jamaah haji, yaitu dua kali di tingkat kabupaten dan delapan kali di tingkat kecamatan. Mudah-mudahan dengan bekal ini jamaah haji makin siap menjalankan rangkaian ibadah haji di tanah suci.

Lihat Juga :  Diimpor dari Korea, Begini Cara Kerja Teleskop Saat Memantau Hilal

Bila merasa masih kurang, jamaah bisa meminta kepala KUA atau pembimbing KBIH untuk mengadakan manasik tambahan. Silakan diajukan,” pesan Fajri.

Dia menambahkan, pemerintah juga terus berupaya melakukan inovasi-inovasi baru dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para jamaah.

Untuk tahun 2019, setidaknya ada delapan inovasi yang dilakukan yaitu, pemberlakukan fast track imigrasi di semua embarkasi, penyewaan full musim untuk hotel di madinah. Lalu pemetaan kualifikasi dan komposisi petugas pada Satgas Arafah dan Mina, penomoran tenda penambahan urinoir dan AC di tenda Arafah.

Pelaporan petugas dilakukan secara elektronik dan terpadu dengan siskohat, penyederhanaan panduan manasik haji, integrasi data kesehatan dengan Siskohat, serta pembentukan layanan terpadu di Daker Mekkah.
“Inovasi-inovasi ini makin menyempurnakan inovasi yang dilakukan pada 2018 lalu berupa percepatan keimigrasian, QR Code pada gelang jamaah, sewa akomodasi satu musim penuh, bumbu masakan Indonesia, penambahan katering mekkah, tanda paspor dan koper, pengalihan porsi waris, visa print kertas, konsultan ibadah, dan membentuk tim pertolongan pertama pada jamaah haji (P3JH).

Lihat Juga :  BPIH untuk Jemaah Embarkasi Palembang Rp 33.529.675, Pelunasan Mulai 16 April

Tujuan dari inovasi-inovasi ini adalah memberikan kenyamanan maksimal bagi para jamaah sehingga bisa menjalankan rangkaian ibadah haji dengan baik dan sesuai tuntunan agama dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur,” beber Fajri. (*/sumber : rilis kemenagsumsel)

Tags

Berita Terkait

Close