MOZAIK ISLAM

Kisah Mukjizat Ranting Kayu Nabi Muhammad dan Turunnya 1000 Malaikat

AsSAJIDIN.COM — Selain Alquran, Nabi Muhammad SAW mendapat mukjizat lain dari Allah SWT.  Salah satunya saat terjadi perang Badar yang berlangsung pada 17 Ramadhan 2 Hijriah.

Dalam Perang Badar lahir salah satu pahlawan Islam, Ukasyah bin Mihshan bin Harsan Al-Asadi yang bertempur habis-habisan sampai pedangnya patah.

Melihat kejadian itu, Nabi Muhammad menghampirinya dan memberikan pengganti pedangnya yang patah dengan sepotong ranting kayu. Namun, setelah Rasulullah menggerakkan ranting kayu itu tiba-tiba berubah menjadi pedang panjang dan kuat.

Lalu Ukasyah pun melanjutkan bertempur dengan mukjizat pedang pemberian Rasulullah, hingga kaum Muslim memperoleh kemenangan. Pedang yang diberi nama “Al Aun” itupun menjadi pedang yang selalu menemani Ukasyah dalam berbagai perang setelah Perang Badar.

Lihat Juga :  Konsep Alquran dalam Membangun Keluarga Samara

Salah satunya Ukasyah menggunakan pedang dari ranting pemberian Nabi Muhammad SAW pada menjemput syahidnya di Perang Riddah. Kemudian, mukjizat lain yang terjadi di perang badar para malaikat ikut terjun ke Perang Badar.

Allah SWT menurunkan malaikat dari langit dengan mengenakan tanda di kepala. Panglima para malaikat kala itu adalah malaikat Jibril, sedangkan panglima tentara perang Muslim Nabi Muhammad SAW. Salah seorang pasukan muslim menuturkan, “Pada hari berkecamuknya Perang Badar, aku mendengar malaikat yang mengenakan sorban berwarna putih berseru ‘Majulah Haizum!’ (Ibnu al Atsir menerangkan dalam an Nihayah bahwa Haizum adalah nama kuda malaikat Jibril). Allah SWT berfirman, “(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, ‘SesungguhnyaAku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut,” (QS. Al-Anfal [8]: 9).

Lihat Juga :  Astagfirullah!! Mengerikan Pengurusan Jenazah Orang Yang Bunuh Diri

Demikian kisah mukjizat ranting kayu Nabi Muhammad dan turunnya seribu malaikat di Perang Badar. Kisah ini dikutip dari berbagai sumber, Jumat (17/5/2019). (*/hel)

Tags

Berita Terkait

Close