Uncategorized

Din Syamsudin : Iman Rontok di Bulan Syawal, Contoh Orang yang Gagal

AsSAJIDIN.COM — Banyak beranggapan berakhirnya Ramadhan berakhir pula amalan malan saleh yang begitu menggebu saat Ramadhan. Padahal hidup kita bukan di Ramadhan saja, ada 11 bulan-bulan berikutnya yang terus bergulir lalu kemudian diberi kesempatan lagi bertemu Ramadhan di tahun berikutnya.

Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin, berharap umat Islam tidak menjadikan berakhirnya ibadah pada bulan suci Ramadhan sebagai sebuah akhir dari sebuah penantian.

Idealnya, ujar mantan ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) melanjutkan, kita harus mempertahankan nilai-nilai tersebut hingga menjelang Ramadhan lagi tahun berikutnya. Namun ada umat yang hanya mempertahankannya sampai 6 bulan, 3 bulan, hingga sebulan saja.

Lihat Juga :  Memberi Hadiah dalam Hajatan atau Sunatan, Bagaimana Hukumnya?

“Bahkan ada yang nilai-nilai Ramadhannya langsung rontok saat bulan Syawal baru berjalan sehari. Ini adalah contoh orang-orang yang gagal,” kata Din.

Din mengingatkan ibadah merupakan sebuah jalan atau sarana, bukan sebuah tujuan.

“Ibadah itu bukan tujuan, namun sebuah jalan, sarana. Tujuan adalah takwa dan meraih ridho Allah SWT,” kata Din saat menjadi pembicara pada acara Syawalan Keluarga Besar Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Yogyakarta, dikutip dari Republika.co.id.

Oleh karena itu, kata Din, umat Islam harus senantiasa meningkatkan ketakwaan terhadap Allah SWT. Selain itu, nilai-nilai yang diterapkan saat Ramadhan juga harus terus dipertahankan.  (*)

Back to top button