MOZAIK ISLAM

Demi Jalankan Syariat Agama, Mahasiswi Bidik Misi ini Mantap Tinggalkan Voli

ASSAJIDIN.COM — Menjadi hamba yang dicintai Allah merupakan dambaan bagi seluruh umat, terlebih untuk kaum hawa.

Berpakaian merupakan tonggak etika yang sangat diperhatikan betul oleh agama, seorang muslimah harus bisa berpenampilan yang baik dan bisa membantu para ikhwan untuk menjaga pandangannya.

Ayu Qoriah Sari, merupakan salah satu mahasiswi penerima beasiswa Bidikmisi tahun 2016, di universitas Islam negeri Raden Fatah Palembang. sekarang ia sedang sibuk bergulat dalam karya ilmiahnya seperti puisi beberapa artikel yang dimuat di media dan ikut menjadi komunitas relawan sosial.

Tinggal bersama keluarga di Banyuasin tepatnya di jalan Ahmad Yani RT 3 RW 6. Waktu perjalanan yang ia tempuh kurang lebih satu jam untuk bisa sampai ke kampus.

Sebelum mendapatkan beasiswa, Ayu merupakan pelajar yang cerdas di setiap bidang akademik dan non akademik, terbukti dari bangku sekolah dasar negeri Sanah 1 ia selalu mendapat peringkat kelas 1 atau dua.

Tamatan SMP negeri 1 Sembawa dan SMA negeri 1 Talang Kelapa ini, selalu mempertahankan prestasinya hingga lulus.

Volly merupakan cabang olahraga yang telah lama Ayu tekuni dari mulai SD ia sudah dikenalkan olahraga volly oleh sang ayah. Ayahnya sendiri yang mengajarkan ayu voli sepak bola dan olahraga yang lain, ayahnya merupakan seorang atlet taekwondo yang mendapatkan banyak penghargaan. Kegemaranya berolahraga sudah mendarah daging dari sang ayah.

Lihat Juga :  Hadapi Era Industri 4.0, Dosen Dituntut Mumpuni dan Kuasai Bahasa Inggris

“Aku pernah juara 1 dari dua cabang olahraga lomba volly dan lompat tinggi tingkat kabupaten se- Banyuasin”. ujarnya.

Dahulu Sebagai seorang atlet pakaian yang Ayu pakai tidaklah sesuai dengan tuntunan agama, “Sewaktu SMP aku pernah tidak memakai kerudung di saat latihan ataupun lomba”ucapnya sambil tertunduk malu.

Semasa remaja Ayu memang sudah menggunakan kerudung akan tetapi ia selalu lepas ketika ada pertandingan volly yang diikuti nya. Ayahnya ingin menjadikan Ayu sebagai atlet olahraga sebelum Ayu memutuskan untuk hijrah dari penampilan yang jauh tuntunan syariat.

Awal proses hijrah Ayu, ketika ia telah mendapatkan beasiswa Bidikmisi “Penampilan ku berubah ketika aku tinggal di asrama kaya pesantren gitu, namanya MA’HAD AL-FIKRY semua mahasiswi di sana tuh udah tahu bagaimana seharusnya seorang muslimah berpakaian” ucapnya.

Di sana Ayu tinggal dengan mahasiswi-mahasiswi yang mendapatkan beasiswa beserta kakak senior juga para ustadzah sebagai tenaga pengajar di asrama putri. di sini Ayu belajar lebih dalam tentang agama Islam, mulai dari syar’iat Islam, mengaji Al-Qur’an, etika pergaulan
sesamam muslim dan masih banyak lagi. “Alhamdulillah banyak banget pengalaman yang aku dapat selama berada di sana. mulai dari teman baru, pelajaran yang baru, terus jadi tahu bagaimana kehidupan seorang santri dan yang lebih ku suka aku bisa membenahi diri contoh nya kaya penampilan ku ini”. Ujarnya.

Lihat Juga :  Mahasiswa-mahasiswa ini Dibebaskan UKT di UIN Raden Fatah, ini Alasannya

Ayu disana kurang lebih satu tahun setengah, itu karena sebagai salah satu syarat dalam penerimaan beasiswa tersebut. Banyak pengalaman yang ia dapatkan ketika berada di sana. Setelah lulus ayu kembali tinggal di Banyuasin bersama keluarganya dan mulai dengan penampilan yang berbeda. “Dan pesanku untuk teman-teman yang lain yang belum hijrah, sedini mungkin harus hijrah karena lingkungan itu mempengaruhi kualitas diri kita. Dan buat yang sudah hijrah tetap istiqamah terus tetap rangkul teman-teman Solehah dan jauhi maksiat”. Pesan kepada teman-teman. (*)

Kontributor : Sandi

Tags

Berita Terkait

Close