MOZAIK ISLAM

Diki Merasakan Nikmat Berbuka di Masjid Agung, Tunggu Bedug Sambil Mendengar Kultum

Tiap Hari Disediakan 500 Porsi untuk Musafir dan Jemaah

 
AsSAJIDIN.COM — Buka bersama merupakan tradisi yang sering dijumpai di bulan suci Ramadhan. Setiap masjid yang ada di Indonesia selalu melakukan kegiatan buka bersama untuk para jamaahnya dan musafir. Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo sebagai masjid yang berada di tengah kota, tak henti-hentinya dikunjungi jemaah setiap harinya.

Di masjid ini pun mengadakan kegiatan buka bersama yang diselenggarakan oleh IRMA (Ikatan Remaja Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo ).
Ketua IRMA, Muhammad Ubaidillah mengatakan setiap harinya menyiapkan ta’jil berupa tiga butir kurma dan dua air mineral yang berjumlah 500 porsi selama bulan Ramadhan dan juga menerima sumbangsih dari masyarakat sekitar masjid yang jumlahnya tak bisa ditentukan.

Lihat Juga :  Pesona Masjid Agung Palembang, Beribadah Nyaman dan Tenang di Pusat Kota

Setelah sholat Maghrib para jama’ah masjid pun akan menerima nasi bungkus. “Setiap hari kami menyedikan nasi bungkus sebanyak 500 porsi dan kami juga menerima sumbangsih dari seluruh masyarakat kota Palembang,” ujar Muhammad Ubaidillah.

Untuk pembagian ta’jil dimulai pukul 17:45, dan pembagian nasi bungkus diawali dengan memberikan kepada jamaah perempuan terlebih dahulu yang jumlahnya 75 sampai 100 porsi dan setelah sholat Maghrib barulah membagikan kepada jamaah laki-laki.

salah satu jemaah yang menanti berbuka di Masjid Agung Sultan Mahmud Badarudin Jayo Wikramo

Salah satu Musafir, Diki (48) dari Bengkulu mengatakan sering mengikuti buka bersama di Masjid tersebut dikarenakan setiap menjelang buka puasa mengadakan kultum. “Sembari menunggu berbuka mendengarkan kultum,” ujarnya.

Lihat Juga :  Sambut Ramadhan, Ada Pameran Buku Berusia Ratusan Tahun di Masjid Agung

Berbeda dengan jama’ah dari kalangan pemuda, Sigit Sasughro (20) lebih memilih Masjid Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo sebagai tempat untuk berbuka puasa dikarenakan Masjid tersebut merupakan masjid no 1 di kota Palembang dan memiliki nilai sejarahnya tersendiri. (*)

Kontributor : Berlian Firdaus

Back to top button