BERITA UTAMAMOZAIK ISLAM

Strategi Pedagang 16 Ilir Palembang Jelang Ramadhan, Antara Pasar Online dan Offline

 ASSAJIDIN.COM, PALEMBANG – Palembang– Ramadhan tinggal menunggu hitungan hari, namun persiapan menjelang kehadirnanya telah disambut dengan berbagai macam pernak pernik busana muslim dan Muslimah. Salah satunya yang ada di sejumlah tokoh yang terletak dikawasan pasar 16 Ilir Palembang.

“ Permintaan akan kebutuhan Ramadhan saat ini masih cenderung stabil. Namun kita telah menyiapkan segala sesuatunya mulai dari sekarang. Kita sengaja memang menyetok barang, nanti tinggal di pilah dan dipilih mana yang lebih diminati akan kita tambah,” ujar Ratih salah seorang pemilik gerai tokoh “ Ratih “ , Senin (29/4/19).

Ia menambahkan, jika saat ini permintaan seperti peci, kain , mukenah dan serba serbi lainnya memang sejak beberapa pekan terkhir mengalami peningkatan. Hanya saja untuk pakaian memang masih harus menunggu permintaan pasar, seperti apa mode yang laris manis dipasaran.

“Kalau saat ini sih masih relative stabil. Tapi biasanya nanti kalau sudah masuk libur lebaran biasanya  anak sekolah mulai libur.. Nah saat itu barulah permintaan naik,harga juga pasti naik. Tapi kalau sekarang belum-lah,” urainya menjelaskan.

Lihat Juga :  Pemkot Tertibkan Reklame Liar dan Pasang Tapping Box Dipantau Langsung KPK

Senada dengan itu,  Kasirin salah seorang pedagang lainnya mengungkapkan bahwa, trend mode pakaian gamis masih bisa dikategorikan sebagai pakaian  yang cukup diminati oleh Anak Zaman Now. Oleh sebab itu dirinya masih mempertahankan ritme penjualan ini. Sementara untuk busana muslim lainnya seperti mukenah, hijab dan baju kokoh diakuinya saat ini masih dalam pengiriman dari Jakarta.

“ Memang semua produk dagangan tersebut kita dibeli dari Jakarta, modal yg dikeluarkan sekitar 35 juta satu kali kirim. Biasanya memasuki Ramadhan, ya sering dicari kebanyakan orang adalah, baju kokoh, sarung dan peci. Untuk mukenah sendiri tidak begitu banyak,” bebernya.

Kasirin berujar bahwa,  sebagai pemilik toko baju muslim dirinya memang menjual harga barang relative lebih murah dari tokoh lainnya.Bukan karena murahan, namun memang sengaja di fresh sesuai dengan kantong para konsumen.

Lihat Juga :  Mencontoh Rasulullah Sebagai Pemimpin yang Dicintai

“ Saat ini kan zaman sedang susah, namun yang namanya pakaian baru jelang ramdhan dan Idul Fitri nampaknya sudah menjadi gaya hidup masyarakat. Oleh karenanya menyesuaikan harga dengan daya beli mereka saya rasa sangat tepat dan bijaksana. Kita memang menjual barang dengan offline, namun tidak juga menutup ruang membuka  pasar online. Itu kan sekarang lagi marak-maraknya.

“ Biasanya sih menjelang 2 pekan Idul Fitri sudah bisa di lihat kemungkinan meningkatnya omset. Lagi pun, saat itu biasanya banyak pembeli yang berada di luar Palembang. Oleh sebab itu, kita siapkan paket online, jadi pembeli bisa melihat produk yang di inginkannya,” tukasnya menambahkan.

Reporter : Deni dan Firdaus
Editor : Jemmy Saputera

 

 

 

Berita Terkait

Close