MOZAIK ISLAM

Tradisi Ruwahan Sambut Bulan Ramadhan Menurut Islam  

AsSAJIDIN.COM — Menjelang Ramadhan seperti hari-hari ini, biasanya sebagian masyarakat Indonesia melaksanakan tradisi sedekah ruwah. Sedekah Ruwah atau biasa disebut Ruwahan salah satu tradisi yang turun temurun dan lestari di kalangan masyarakat.

Sedekah Ruwah dilakukan mulai pertengahan bulan syaban atau Nisfu Syaban (15 Syaban) menjelang bulan Ramadhan.

Ruwahan merupakan tradisi mendoakan orang yang telah meninggal dunia, seperti Orang Tua, Adik, Kakak, Keluarga dan Lainnya.

Tak hanya mengirim doa untuk orang-orang yang sudah meninggal, tradisi ruwahan juga biasanya diwarnai dengan sedekah berupa makanan.

Masyarakat yang merayakan akan berbagi makanan dengan mengirim makanan ini biasanya juga dilakukan secara bersama-sama dengan berkumpul bersama warga lain di suatu tempat.

Bagaimana Islam memandang tradisi ruwahan ini? Sodaqoh sangat dianjurkan di dalam agama Islam, baik ketika orang masih hidup, maupun setelah meninggal, karena bagi yang akan meninggal Allah SWT masih memberi peluang baginya untuk berwasiat, dan wasiatnya dilaksanakan oleh ahli warisnya.

Lihat Juga :  One Day One Hadist : Jangan Terlalu Fokus dengan Dunia, Pikirkanlah Akhirat

Terhadap keluarga yang sudah meninggal dunia, maka bagi ahli warisnya dan keluarganya disunnahkan untuk memohon ampunan buat almarhum dan almarhumah

Nabi Muhammad saw. bersabda: “Oleh karena itu, hajikanlah dia” (HR. Daruquthni). Artinya: “Sesungguhnya sedekah itu meredam panasnya kubur keluarganya (yang sudah mati), dan bahwasanya orang-orang mukmin pada hari kiamat bernaung dengan naungan sedekahnya”. (HR.At Tabrani). Artinya: “Bahwasanya seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah saw. “Ya Rasulullah, kami bersedekah untuk keluarga kami yang sudah mati, dan kami menghajikan mereka (badal haji) dan mendo’akan mereka, apakah semuanya itu sampai (pahalanya) kepada mereka?”. Rasulullah saw. menjawab: “ya sesungguhnya semua itu sampai kepada mereka, dan sesungguhnya mereka gembira apabila kalian memberikan hadiah kepadanya”. (Al Hadits)

Lihat Juga :  Mimpi Basah Siang Hari di Bulan Ramadhan, Segera Lakukan Langkah ini

Bahkan menurut Ibnu Abbas ra. sedekah tersebut dibutuhkan oleh arwah orang-orang mati pada hari dan malam tertentu. Artinya:

“Seperti dikatakan Ibnu Abbas ra.: “Apabila hari raya, hari ‘asyuro, hari Jumat, awal bulan Rajab, malam nisfu sya’ban, dan malam Lailatul qodar, malam Jumat arwah orang-orang mati keluar dari kubur mereka dan berhenti di hadapan pintu rumah mereka dan mereka berkata; kasihanilah kami pada malam yang penuh barokah ini dengan sedekah atau (kalau tidak banyak) segenggam, karena kami sangat membutuhkan sedekah tersebut. Maka jika kamu bakhil, tidak mau bersedekah dengan materi, maka ingatkan kami dengan Al-Fatihah…” (Ibnu Abbas, daqo’ikul Akbar 1980:18)

Bagi yang mau melakukannya tentu ada manfaatnya bagi keluarga mereka yang sudah di alam Barzah.(*/sumber: Konsultasi agama ini diasuh oleh Buya Drs H Syarifuddin Yakub MHI/sripoku.com)

Tags
Close