SYARIAH

Hijrah, Pengertian dan Cara yang Benar Menurut Alquran

 

Hijrah kita sekarang adalah berubah perbuatan, berubah memperbaiki diri, Q.S Ar-Ra’d(13):11,
”Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”.

ASSAJIDIN.COM —
Pada awalnya ketika pembuatan hisab Tahun Islam banyak para sahabat mengusulkan agar permulaan tahun dimulai dari kelahiran Nabi Muhammad s.a.w, yaitu tanggal 12 rabi’ul awal, dan beberapa sahabat yang lain ingin awal tahun dimulai pada awal Nabi Muhammad s.a.w mendapat wahyu pertama, yaitu tanggal 17 Ramadhan. Tetapi sahabat Umar bin Khattab r.a berpendapat bahwa ketika Muhammad baru lahir yakni Ahmad bin Abdullah, beliau belum bisa apa-apa, dan ketika Ahmad bin Abdullah baru diangkat jadi Nabi beliau baru dapat 5 ayat, belum ada perubahan kultur dan akhlak perbuatan pada masyarakat Arab. Karena sebab itulah sahabat Umar bin Khattab r.a mengusulkan agar awal tahun dimulai ketika Nabi Muhammad s.a.w hijrah, karena pada saat hijrah itulah telah nyata perubahan-perubahan dan perbaikan-perbaikan di kalangan masyarakat Arab khususnya para sahabat yang turut berhijrah. Para sahabat semua setuju, maka ditetapkanlah Tahun Islam diawali dengan hijrah Nabi sehingga kemudian dinamakan dengan tahun Hijriyah atau tahun perubahan.

 

Sahabat Umar bin Khattab r.a memang sangat bijaksana, dia tidak mengartikan hijrah hanya sekedar pindah tempat. Umar bin Khattab adalah orang Arab, dia tahu apa arti hijrah sebenarnya, hijrah adalah berubah, hijrah adalah berubah dari satu kondisi ke kondisi yang lain, dan hijrah di jalan Allah adalah berubah dari kondisi buruk menuju yang lebih baik, berubah dari kebiasaan berbuat buruk menuju kebiasaan berbuat baik.
Allah berfirman di dalam Q.S An-Nisa’(4):89,

Lihat Juga :  Penjelasan Hukum Jual Beli Online

”Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah”.

Maksudnya yaitu hingga mereka berubah tidak kufur lagi terhadap ayat-ayat Allah.
Ketika kita sudah tahu bahwa Hijrah adalah berubah, bagaimana sepatutnya kita memperingati tahun baru hijriyah ini? Apakah kita harus berpindah tempat? Tidak… tidak demikian yang dikehendaki Allah. Hijrah pindah tempat hanya pada kondisi ketika kita tertindas di kampung halaman.

Hijrah kita sekarang adalah berubah perbuatan, berubah memperbaiki diri, Q.S Ar-Ra’d(13):11,
”Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”.

Hijrah kita adalah taubat, yaitu tidak mengulangi perbuatan buruk kita dan melakukan perbaikan (ishlah), Q.S Al-Baqarah(2):160
”Kecuali mereka yang telah tobat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itulah Aku menerima tobatnya dan Akulah Yang Maha Menerima Tobat lagi Maha Penyayang”.
Iman, Hijrah dan Jihad.

Hijrah diwajibkan Allah setelah Iman, Iman harus diikuti dengan hijrah dan jihad. Iman artinya yakin, Hijrah artinya berubah, dan jihad artinya bersungguh-sungguh. Jadi bukti iman (yakin) adalah dengan berubah dengan bersungguh-sungguh, tidak hanya sekedar yakin saja, tidak hanya berubah saja, tetapi berubahnya juga harus sungguh-sungguh, harus serius, demikian yang diterangkan Allah di dalam Q.S Al-Anfal(8):74,

Lihat Juga :  Kubur Memanggilmu, Bersiaplah! (4)) : Jangan Lalaikan Shalat Lima Waktu 

Hijrah yang sungguh-sungguh yang diridhoi Allah adalah dengan harta dan jiwa, Q.S At-Taubah(9):20,
“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan”.

Hijrah melakukan perubahan dengan harta dan jiwa adalah perniagaan yang tidak akan pernah merugi. Q.S As-Saff(61):10-11,
“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya”.

Akan tetapi perlu diketahui bahwa berhijrah dengan harta sangat dibenci setan, maka pertama yang dikejar oleh setan adalah manusia yang mau bersedekah, demikian dikabarkan oleh Allah dalam Q.S Al-Baqarah(2):268,
“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”.

Target utama setan adalah orang-orang yang mau hijrah, yaitu orang-orang yang mau bersedekah, dengan menakut-nakuti mereka dengan kemiskinan dan menyuruh berbuat kejahatan yaitu kikir. Maka sangat tidak mengherankan lagi bahwa perbuatan yang paling berat adalah bersedekah… harus kita akui dengan jujur bahwa perbuatan paling berat adalah membagi sebagian harta kita kepada orang lain itulah makanya Allah menyuruh kita berhijrah dan berjihad melawan kekikiran tersebut. Berjihad dan berhijrah melawan setan.(*)

Back to top button