PENDIDIKAN

Buang Sampah ke Tempat Tetangga, Hilang Imannya

Seorang Islam yang baik, adalah yang tidak menyusahkan tetangganya

 Habis salat Subuh, Pak Haji HasanBasri (65), langsung menuju tong sampah yang sengaja di buat di depan pagar rumahnya. Ukuran 70 x 70 cm terlihat masuk kurang besar untuk menampung sampah rumah-tangganya satu hari.

ASSAJIDIN.Com – Ketikaditanya, Pak Haji Hasan sedikit mengomel.””Sampah keluarga saya enggak sampai sebanyak ini.Ini pasti ada orang yang membuang sampah rumah tangganya ketempat tong sampah saya ini,”katanya dengan sediki tmenampakkan rasa kesalnya.

Ternyata, pemilik tong sampah yang kesal dengan perbuatan orang yang membuang sampahnya di tong sampah yang bukan miliknya, tidak hanya dialami oleh Pak Haji Hasan. Haji Azwir dan Haji Lian, juga sering kali menemukan bungkusan sampah yang dibuang di tong sampah depan pagar mereka.

Pernah suatu ketika, Haji Azwir mengintip siapa orang yang membuang sampah, yang biasanya dilakukan setiap hari pada kisaran waktu usai subuh itu.Ternya, dia melihat seseorang yang lewat menggunakan motor dan yang bersangkutan sudah berpakaian rapi hendak pergi bekerja. Pasati orang hendak membuang sampah, Haji Azwirkatanya, beteriak kecil.Tetapi, belum tampak mukanya  arena memakai helm, yang membuang sampah sudah menancap gas motornya.

Tetapi, tetang Haji Azwir, juga pernah mengeluh soal buang sampah di tempat orang itu, ternyata adalah tetangganya, – bisa dikira dari blok lain – yang ada kalanya kelebihan sampah. Karena tidak muat di tong sampahnya, si orang itu membuang di tempat tetangganya yang tempat sampahnya masih terlihat sedikit.

Cerita sepertiini, sepertinya, tidak dialami oleh para haji yang barupulang salat subuh itu. Ternyata, dari Pkl 03.30 Wib, sudah ada orang yang memang sengaja membuang sampah rumah tanggnya di tempat sampah milik orang lain, bahkan tetangganya yang diantara 5 sampai 10 rumah dari rumahnya.Ini sebenarnya memalukan, dan sebuah perbuatan yang tidak baik.Bahkan perbuatan tercela.Berdosa lagi.

Lihat Juga :  Sekarang di Palembang, Buang Sampah Hanya Boleh Jam-jam Tertentu, Bila tidak Ada Sanksinya

Menanggapai kondisi seperti ini, ditanyakan kepada Ustads Reza Espan, Ustads Amran Anwar danUstadsM Ghazali.Merekamengatakanituperbuatandosa yang berkepanjangan. Karena berulang-ulang membuang kotoran ketempat orang lain. “Sampah itu, kakotoran. Ini perbuatan yang sangat menghinakan sekali,”kata Ustadz Reza.

Seorang Islam yang baik, adalah yang tidak menyusahkan tetangganya.Bahkan, jika bisa justru bagaimana caranya kita mengusahakan kesulitan tetangga atau sanak family bias kitaikut menyelesaikannya, bukan malah menambah.

Fenomena seperti ini, menjadi pemandangan yang rutin terjadi di pemukiman – pemukiman warga. Bahkan tak jarang menjadi pertikaian dan pertengkaran. Namun, kesadaran agar tak membuang sampah ketempat orang lain, jugamasih sering terlihat dilakukan oleh orang-orang yang tidak memiliki kesadaran akan kebersihan dan bertetangga.

Kelakuan orang yang tega membuang sampah kotorannya ketempatsampah orang lain, ternyata tidak saja dalam pemikiman. Itu juga terjadi di jalanan.Seorang yang tinggal di wilayah tertentu, terlihat dari atas kendaraannya, bahkan kendaraan mobil yang bagus, membuangsampah di tempat-tempat sampah yang jauh dari pemukimannya.

*DosaBerpanjangan*

Pemandangan sampah sepetiini, terlihat dengan jelas olehkita kalau kita lewat dari jalan-jalan tertentu.Smpah menggunung, ketika ditanya petugas sampah, mengatakan,”Ini dari orang jauh yang bukantinggal disini. Entahapa yang ada di pikiran oknum yang tega-teganya membuang sampah di gundukan itu, tidak diketahui persisis.

“Yang pasti itu perbuatan melanggar etika. Harusnya sebanyak apapun sampah kita haruslah menjadi tanggungjhawab. Kan biasa ada pemungutsampah yang dikoordini rolehrt atau kelurahan. Kena pabukan ikut membayar iuran dan sampah kita dianngkut hingga bersih oleh Mamang Sampah, üjar kepala Dinas Lingkungan Hidup & Pertanahan Sumsel, Edwar Chandra, ketika ditanya baru-baruini.

Sekarangini sudah, banyak komunitas yang sadar akan sampah dan menjagalingkungan hidup m mereka. Kenapa masih saja ada yang kurang kesadarannya dan bahkan seolah merasatanpa dosa membuang sampah sembarangan,”lanjutnya.

Lihat Juga :  Separuh Sekolah SD-SMP di Palembang Rusak

Sebenarnya alangkah nyaman hidup bersama tetangga yang baik. Sebaliknya, alangkah sempitnya hidup bersama tetangga yang jelek perbuatannya, sebagaimana sabdaRasulullah SAW yang dinukilolehIsma’il bin Muhammad bin Sa’d bin AbiWaqqash, dariayahnya, darikakeknya:

“Empathal yang termasukkebahagiaanseseorang: istri yang shalihah, tempattinggal yang luas, tetangga yang baik, dankendaraan yang nyaman. Dan empathal yang termasukkesengsaraanseseorang: tetangga yang jelek, istri yang jelek, kendaraan yang jelek, dantempattinggal yang sempit.” (HR. IbnuHibbandalamShahih-nya no. 1232)

Di dalamKitab-Nya yang mulia, Allah telah memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk berbuat baik kepada tetangga. Allah SWT berfirman:”Dan sembahlah Allah, danjangan kalian menyekutukan-Nyadengansesuatuapapun, danberbuatbaiklahkepadakeduaorangtua, karibkerabat, anak-anakyatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat, tetangga yang jauh, temansejawat, ibnusabil, danhambasahaya yang kalian miliki. Sesungguhnya Allah tidakmenyukai orang yang sombonglagimembanggakandiri.” (An-Nisa’: 36)

Betapa pentingnya berbuat baik kepada tetangga, bahkan beliau mengancam keras orang yang mengganggu tetangganya dalam sabda beliau SAW “Demi Allah tidak beriman! Demi Allah tidakberiman! Demi Allah tidakberiman!”Beliau pun ditanya, “Siapa, wahai Rasulullah?”Jawabbeliau, “Orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya.” (HR. Al-Bukhari no. 6016)

Dalam riwayat Al-Imam Muslim:”Tidak akan masuk surga orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya.” (HR. Muslim no. 46)

Kita adalahsosok yang telahdewasa.Akal kitatelahmampumembedakanmana yang baikdanmana yang burukmenurutpan dangan syariat, mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. Rasulullah SAW pun menyuruh kita untuk berbuat baik kepada tetangga kita. Beliau pun melarangkita mengganggu mereka, salah satu contohnya yakni seperti membuang sampah di sekitar area rumahnya.Sebab, itu tidaklah dibenarkan. Karena tetangga adalah orang-orang yang harus dihormati dan dihargai, serta terlarang untuk disakiti.

Penulis:  Bangun Lubis

 

 

Back to top button